Pulau Pasaran, Dari Sentra Ikan Teri Menjadi Destinasi Wisata Unggul Bandar Lampung

Pulau Pasaran yang berada di Kecamatan Teluk Betung Barat, Kota Karang Bandar Lampung | foto Ahmad Riko-warna.co
Pulau Pasaran yang berada di Kecamatan Teluk Betung Barat, Kota Karang Bandar Lampung | foto Ahmad Riko-warna.co

Warna.co, Bandar Lampung – Pulau Pasaran, yang terletak di Kecamatan Teluk Betung Barat, Kota Karang Bandar Lampung, selama ini dikenal sebagai pusat produksi ikan teri di Provinsi Lampung kini sedang mengalami transformasi besar.

Pulau Pasaran atau yang saat ini dikenal sebagai Kampung Nelayan Modern (Kalamo) nomor dua di Indonesia, menjadikannya salah satu destinasi wisata baru yang menarik bagi masyarakat Bandar Lampung.

Bacaan Lainnya

Tak hanya menawarkan keindahan alam, Kalamo Pulau Pasaran juga menyajikan pengalaman edukasi dan belanja oleh-oleh makanan olahan ikan khas Lampung yang unik.

Ketua Koperasi Kalamo Pulau Pasaran, Saiin Bin Radin  mengungkapkan bahwa, sentra kuliner ikan teri di pulau ini telah menjadi daya tarik utama bagi pengunjung.

“Sentra kuliner ikan ini sebenarnya adalah fasilitas yang dibangun untuk menunjang pengembangan ekonomi lokal. Di sini, ibu-ibu dari komunitas kami menjajakan berbagai masakan dari ikan,” kata Saiin.

Dalam beberapa bulan terakhir, pemerintah setempat bersama masyarakat Pulau Pasaran telah bekerja keras untuk mengembangkan potensi wisata di pulau ini.

Seiring dengan peningkatan fasilitas dan atraksi wisata, pengunjung kini dapat menikmati berbagai kegiatan baru yang menjadikan kunjungan ke Pulau Pasaran lebih menarik dan beragam.

“Namun saat ini ditata lebih baik, berkat pihak Kementerian, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kota sehingga disini banyak wisata kuliner, kafenya, dan UMKM pembuatan oleh-oleh,” ungkap Saiin yang juga selaku ketua Rukun Tetangga (RT) di lokasi tersebut.

Menurut Saiin, adanya kios-kios dan kafe di Pulau Pasaran menjadikannya tempat yang sangat menarik untuk dikunjungi, dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

“Kami telah menguji coba menjual berbagai makanan berbahan dasar ikan di sini, dan perbedaannya sangat terasa. Meskipun pengunjung lokal mungkin kurang membeli produk ini, orang-orang dari luar daerah sangat antusias. Kami berharap ada investasi dan promosi lebih lanjut,” jelasnya.

Koperasi Produsen Nelayan Kalaju Pulau Pasaran | Foto Ahamd Riko-warna.co
Koperasi Produsen Nelayan Kalaju Pulau Pasaran | Foto Ahamd Riko-warna.co

Harapan Saiin tak hanya sebatas pada pengembangan ekonomi lokal. Ia juga berkeinginannya agar pemerintah daerah, baik kota maupun provinsi, dapat menjalin kolaborasi yang lebih erat antara sektor pariwisata dan masyarakat Pulau Pasaran.

“Kami sudah memiliki berbagai event edukasi seperti pembuatan ikan teri, pemancingan, serta jembatan terpanjang di Lampung. Kami juga memiliki hutan mangrove dan pasir timbul. Semua ini merupakan potensi wisata yang sangat besar jika dikembangkan lebih lanjut,” harap Saiin.

Selain itu, Saiin juga berharap agar kunjungan ke Pulau Pasaran dapat berganti-ganti dengan kedatangan wisatawan dari berbagai tempat.

“Kami ingin wisatawan tidak hanya datang sekali, tetapi juga membawa pulang oleh-oleh seperti ikan yang kami jual. Sayangnya, pengunjung lokal seringkali kurang membeli produk kami, padahal itu adalah salah satu cara kami untuk memperkenalkan potensi kami,” tambahnya.

Di akhir perbincangan, Saiin juga menekankan pentingnya dukungan terhadap para nelayan setempat.

“Kami berharap masalah seperti kesulitan dalam memperoleh bahan bakar untuk melaut dapat diatasi. Ini sangat penting bagi keberlangsungan kehidupan nelayan dan produksi ikan kami,” tutupnya.

Dengan upaya yang terus dilakukan oleh masyarakat dan pemerintah setempat, Pulau Pasaran berpotensi menjadi destinasi wisata yang menarik dan berkelanjutan.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *