Es Teler Sultan 88, Dari Minuman Pinggir Jalan Hingga Punya Tiga Cabang di Bandar Lampung

Salah satu lokasi Es Teler Sultan 88 yang berada di Jl Teuku Cik Ditiro, Kemiling, Bandar Lampung | Foto Aidhil Aqbar Putra
Salah satu lokasi Es Teler Sultan 88 yang berada di Jl Teuku Cik Ditiro, Kemiling, Bandar Lampung | Foto Aidhil Aqbar Putra

Warna.co, Bandar Lampung – Kesuksesan sering kali dimulai dari langkah kecil yang penuh tekad dan kerja keras. Inilah yang dialami Paritis Isabela selaku owner Es Teler Sultan 88, yang dulunya hanya menjajakan dagangannya di pinggir jalan, namun kini telah berhasil membuka usaha di sebuah ruko yang ramai pengunjung.

Dahulu, Paritis mengaku berjualan Es Teler hanya bermodalkan lapak kecil pinggir jalan. Dengan semangat yang tinggi, ia kini mampu menyewa lokasi untuk jadi gerainya Bertuliskan Es Teler  Sultan 88.

Bacaan Lainnya

“Dulu sebelum bisa sewa ruko ini saya berdagang dipinggir jalan. Waktu itu pandemi covid, saya jualan untuk mendapatkan penghasilan tambahan selain dari suami,” kata Pritis kepada Warna.co, Jumat (9/8/2024).

Ia mulai menjual es dengan berbagai varian rasa dan topping yang unik. Karena persaingan cukup ketat, Paritis membanderol harga minumannya dengan terjangkau.

“Ada es teler original ada juga yang rasa durian, kelapa, jeruk yakult, jeruk murni. Harganya mulai dari Rp10 ribu sampai Rp17 ribu,” sebutnya.

Sejak berjualan di ruko, pelanggan pun mulai berdatangan, tertarik dengan rasa es yang segar dan harga yang terjangkau. Kualitas produk yang dijaga serta pelayanan yang ramah membuat pelanggan setia datang kembali dan merekomendasikan es ini kepada teman-teman mereka.

“Secara perlahan, bisnis kecilnya mulai dikenal banyak orang. Kalau dulu sehari laku 20 gelas, sekarang bisa lebih dari 100 gelas setiap harinya,” ujar dia.

Menyadari potensi bisnis yang dimiliki, Paritis juga membuka cabang di berbagai lokasi. Hal ini membuat jangkauan pasar Es Teler Sultan 88 semakin luas.

“Untuk saat ini kita memiliki 3 cabang yakni cabang kemiling, cabang bataranila, dan cabang Itera,” ungkapnya.

Tak hanya itu, ia juga mendengarkan masukan dari pelanggan untuk terus meningkatkan kualitas dan variasi produknya. Inovasi ini terbukti efektif, penjualan pun meningkat pesat.

“Selain sabar menjalani usaha. Kunci sukses adalah menjaga konsumen dan pelanggan kita. Kami pertahankan rasanya, dan akan terus berinovasi,” pungkasnya.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *