Warna.co, Lampung Tengah – Universitas Bandar Lampung (UBL) kembali menunjukkan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat. Kali ini, UBL menggagas program terapi berbasis keterampilan bagi alumni ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) di Pondok Pesantren Jolo Sutro, Kampung Adijaya, Lampung Tengah, melalui pelatihan seni ecoprint teknik pukul, Sabtu (6/9) pagi.
Pelatihan ini dipimpin langsung oleh para dosen dari Prodi Ilmu Komunikasi dan Prodi Administrasi Bisnis UBL, sebagai bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Mereka ingin membuktikan bahwa kampus bukan hanya tempat belajar, tetapi juga agen perubahan sosial.
Ketua Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) UBL, Noning Verawati menjelaskan terkait, metode ecoprint teknik pukul atau pounding ini bukan sekadar proses mencetak motif daun di atas kain. Bagi alumni ODGJ, aktivitas ini bisa menjadi bentuk terapi memukul daun ke kain menjadi saluran ekspresi emosional, sekaligus memberikan hasil yang konkret berupa karya seni seperti tas, taplak meja, hingga kaos.
“Program pendampingan dan pelatihan ecoprint ini kami desain sebagai alternatif terapi yang bisa dikembangkan terus di Pondok Jolo Sutro. Harapannya, keterampilan ini bisa menjadi bekal ekonomi dan sosial saat para alumni kembali ke masyarakat,” ujar Noning.
Dalam praktiknya, sambung Noning, ODGJ kerap mengalami diskriminasi, dikucilkan, bahkan tak diberi kesempatan untuk pulih secara bermartabat. Di sinilah UBL hadir dengan semangat inklusif. Melalui pelatihan ini, para alumni ODGJ diberi ruang untuk kembali percaya diri dan produktif.
“Kegiatan ini bukan hanya soal pelatihan, tapi bagian dari perjuangan menghapus stigma dan membangun harapan baru,” tambah Noning.

Dalam kesempatan sama, Pengelola Pondok Pesantren Jolo Sutro, Marwoto, menyambut hangat kehadiran UBL di tengah upaya mereka membina pasien dan alumni ODGJ.
“Kami sangat senang dan mengapresiasi perhatian UBL terhadap kami. Semoga pelatihan ecoprint ini bisa menjadi program unggulan kami ke depan,” ungkapnya.
Marwoto menambahkan, pelatihan ini bukan yang pertama. Sejak Agustus, tim UBL sudah rutin datang dan mendampingi proses kreatif para alumni.
” Kini, hasil karya mereka pun mulai terlihat. Seperti tas-tas cantik dengan motif daun alami, taplak meja, hingga kaos dengan sentuhan artistik khas ecoprint,” sebutnya.
Sekedar informasi, Program PKM ini merupakan bagian dari hibah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) tahun 2025. Tim pelaksana terdiri dari Noning Verawati, Budhi Waskito, dan Trenggono Pujosakti.
Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian sosial, UBL membuktikan bahwa pendidikan tinggi punya peran besar dalam menyentuh sisi-sisi kemanusiaan, bahkan untuk mereka yang kerap terpinggirkan.****






