Warna.co – Anak yang menangis tiap malam tidak selalu terkait dengan hal mistis. Ada banyak alasan dunia nyata yang dapat menyebabkan perilaku ini, dan penting untuk mencari penjelasan logis sebelum mempertimbangkan hal-hal mistis.
Beberapa kemungkinan penyebabnya yakni Night terrors, atau dalam bahasa Indonesia disebut sebagai teror malam berupa gangguan tidur yang dapat terjadi pada anak-anak. Ini merupakan pengalaman yang sangat berbeda dari mimpi buruk atau peristiwa terbangun di malam hari yang lebih umum.
Night terrors biasanya terjadi selama fase satu hingga dua jam setelah anak tertidur. Biasanya ini juga dapat menjadi pengalaman yang menakutkan baik untuk anak maupun orang tua, tetapi penting untuk diingat bahwa kejadian ini umumnya tidak menimbulkan risiko kesehatan.
Baca : Kelezatan Makanan Hangat Saat Hujan, Recomendasi
Teror malam cenderung terjadi pada anak-anak yang berusia antara 3 dan 12 tahun dan dapat berkaitan dengan faktor genetik atau stres. Jika Anda khawatir disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter anak atau seorang spesialis tidur untuk mendapatkan evaluasi lebih lanjut dan saran tentang cara mengelola gangguan tidur ini.
Dokter dapat membantu mengevaluasi apakah ada masalah kesehatan atau faktor lain yang mempengaruhi tidur anak. Jangan terlalu cepat untuk mengaitkan masalah tidur anak dengan hal-hal mistis tanpa mencari penjelasan yang rasional terlebih dahulu. Berikut adalah beberapa karakteristik night terrors :
1. Ketakutan dan Panik: Anak mungkin terbangun tiba-tiba dengan ekspresi ketakutan dan panik yang intens.
2. Kesulitan untuk Ditenangkan: Selama episode night terrors, anak mungkin kesulitan untuk ditenangkan dan seringkali tidak merespons upaya orang tua atau penjaga untuk menghibur mereka.
3. Tidak Sadar atau Sulit Disadarkan: Meskipun anak terlihat seperti bangun, mereka sebenarnya tidak sepenuhnya sadar. Mereka mungkin sulit dihubungi dan tidak ingat episode ini ketika mereka bangun keesokan paginya.
4. Gejala Fisiologis: Ada kemungkinan terjadi gejala fisiologis seperti peningkatan denyut jantung, keringat berlebihan, dan pernapasan yang cepat.
5. Durasi Singkat: Meskipun bisa terasa lama, episode night terrors biasanya berlangsung hanya beberapa menit dan kemudian anak kembali tidur.
***
editor : Purnama S






