Warna.co, Bandar Lampung — Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menyoroti masih rendahnya capaian penemuan kasus tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Mesuji, dalam rapat koordinasi Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TB) yang digelar secara virtual, Rabu.
Rapat tersebut menjadi bagian dari evaluasi mingguan Pemerintah Provinsi Lampung dalam percepatan eliminasi TBC di kabupaten/kota, dengan fokus khusus terhadap penanganan penyakit menular itu di Mesuji.
Dalam arahannya, Jihan menegaskan penanganan TBC tidak bisa dilakukan secara parsial dan harus melibatkan seluruh unsur, mulai dari pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, pemerintah desa, hingga organisasi masyarakat.
“Penanganan TBC tidak bisa dilakukan secara parsial. Semua instrumen yang kita miliki harus dioptimalkan, baik rumah sakit, puskesmas, klinik swasta, kader TBC, maupun desa siaga TBC,” ujar Jihan.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Mesuji, capaian notifikasi kasus TBC hingga April 2026 baru mencapai sekitar 22 persen dari target 30 persen. Selain itu, investigasi kontak dan terapi pencegahan TBC juga dinilai masih perlu ditingkatkan.
Meski demikian, tingkat keberhasilan pengobatan atau treatment success rate di Kabupaten Mesuji telah mencapai lebih dari 90 persen.
Menurut Jihan, tingginya angka keberhasilan pengobatan harus dibarengi dengan peningkatan penemuan kasus secara aktif agar rantai penularan dapat ditekan.
“Kalau capaian notifikasi kasus dan penemuan terduga TBC masih rendah, artinya kemungkinan masih banyak sumber penularan yang belum ditemukan. Karena itu, screening harus lebih masif dan agresif,” tegasnya.
Ia juga meminta Pemerintah Kabupaten Mesuji tetap mengalokasikan dukungan anggaran khusus untuk program penanggulangan TBC meski di tengah kebijakan efisiensi anggaran daerah.
Dukungan pembiayaan tersebut dinilai penting untuk memperkuat penemuan kasus aktif, investigasi kontak, pemberdayaan kader, hingga penguatan desa siaga TBC.
Dalam rapat itu, Jihan turut mendorong optimalisasi penggunaan alat Tes Cepat Molekuler (TCM), penguatan pelaporan kasus dari klinik dan rumah sakit swasta, serta pelaksanaan screening door to door di wilayah dengan risiko tinggi penularan TBC.
Pemerintah Provinsi Lampung juga tengah mengusulkan bantuan mobile X-ray kepada Kementerian Kesehatan guna mempercepat deteksi kasus TBC di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Mesuji.
Selain menyoroti capaian penemuan kasus, Jihan mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Mesuji yang telah menerbitkan Peraturan Bupati Nomor 6 Tahun 2026 tentang Rencana Aksi Daerah Penanggulangan Tuberkulosis Tahun 2026–2030 serta membentuk Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis.
Ia juga mengapresiasi keberadaan 81 kader TBC yang telah tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Mesuji.
Pemprov Lampung berharap kolaborasi lintas sektor dan monitoring rutin dapat mempercepat pencapaian target eliminasi TBC sesuai target nasional pada tahun 2030.***






