Lantik Tiga Forum Strategis, Gubernur Mirza: Kerukunan Merupakan Modal Membangun Lampung

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat mengukuhkan kepengurusan Tiga Forum Strategis, di Balai Keratun, Komplek Kantor Gubernur Lampung, Selasa (7/7/2026).
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat mengukuhkan kepengurusan Tiga Forum Strategis, di Balai Keratun, Komplek Kantor Gubernur Lampung, Selasa (7/7/2026).

 

Warna.co, Bandar Lampung – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan dan kerukunan sebagai fondasi utama pembangunan daerah. Menurutnya, kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat hanya dapat terwujud jika situasi Lampung tetap aman dan harmonis.

Bacaan Lainnya

Pesan tersebut disampaikan Gubernur saat mengukuhkan kepengurusan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Lampung Periode 2026–2030, Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Periode 2025–2029, dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Provinsi Lampung Periode 2026–2030 di Balai Keratun, Komplek Kantor Gubernur Lampung, Selasa (7/7/2026).

Dalam sambutannya, Mirza mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dikukuhkan. Ia menegaskan, tugas ketiga forum tersebut bukan sekadar menjalankan organisasi, tetapi menjadi mitra pemerintah dalam menjaga persatuan, memperkuat toleransi, serta mengantisipasi potensi konflik di tengah masyarakat.

“Lampung sejak dahulu dikenal sebagai daerah yang terbuka dan menjadi rumah bagi masyarakat dari berbagai suku, agama, dan latar belakang. Keberagaman bukan persoalan yang harus dikhawatirkan, melainkan kekuatan yang harus terus kita jaga,” ujarnya.

Mirza mengatakan keberagaman menjadi salah satu kekuatan utama Lampung. Berbagai suku seperti Jawa, Lampung, Bali, Bugis, Batak, Minangkabau, Sunda, dan etnis lainnya telah hidup berdampingan serta bersama-sama membangun daerah.

“Setiap suku memiliki keunggulan masing-masing. Justru keberagaman itulah yang membuat Lampung terus tumbuh dan menjadi rumah yang nyaman bagi siapa saja,” katanya.

Ia mengingatkan agar kondisi harmonis yang selama ini terjaga tidak boleh luntur. Menurutnya, berbagai persoalan yang muncul di masyarakat harus diselesaikan melalui dialog dan musyawarah.

“Ekonomi bisa naik turun, tetapi persatuan, kerukunan, dan persaudaraan tidak boleh goyah. Semua persoalan harus diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah,” tegasnya.

Mirza juga menekankan bahwa kedamaian merupakan syarat penting untuk mendorong investasi, pembangunan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, Lampung memiliki potensi besar sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Selain menghasilkan padi, jagung, ubi kayu, pisang, nanas, kopi, lada, dan tebu, Lampung juga menjadi sentra peternakan sapi, kambing, dan unggas.

Namun, seluruh potensi tersebut hanya bisa berkembang apabila kondisi daerah tetap aman, masyarakat hidup rukun, dan mampu memberikan rasa nyaman bagi investor maupun pengunjung dari luar daerah.

Karena itu, Mirza mengajak seluruh unsur pemerintah, Forkopimda, tokoh agama, tokoh adat, organisasi kemasyarakatan, akademisi, hingga masyarakat untuk bersama-sama menjaga kedamaian di Lampung.

“Saya titip masyarakat Lampung, saya titip perdamaian, saya titip kerukunan, dan saya titip kemajuan Provinsi Lampung kepada bapak dan ibu sekalian,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Lampung Achmad Saepulloh menjelaskan pembentukan FKUB, FPK, dan FKDM merupakan amanat peraturan perundang-undangan.

Ketiga forum tersebut memiliki fungsi berbeda, mulai dari menjaga kerukunan umat beragama, memperkuat pembauran kebangsaan, hingga melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan stabilitas daerah.

Menurut Achmad, pengukuhan ketiga forum itu diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga Lampung tetap aman, damai, dan harmonis. ***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *