Warna.co, Bandar Lampung – Cuaca ekstrem yang melanda Kota Bandar Lampung sepanjang Januari 2025, menyebabkan sejumlah peristiwa pohon tumbang yang mengakibatkan kerusakan infrastruktur dan properti warga.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung mencatat sedikitnya 18 kejadian pohon tumbang yang terjadi dalam periode tersebut.
Sekretaris BPBD Kota Bandar Lampung, Edy Susanto, mengungkapkan bahwa dampak cuaca buruk ini meliputi kerusakan pada lima rumah warga serta satu unit kendaraan truk yang tertimpa pohon. Pohon-pohon yang tumbang diduga akibat angin kencang yang disertai dengan kondisi pohon yang sudah lapuk.
“Sejak awal Januari hingga pertengahan bulan ini, kami telah menangani sebanyak 18 kejadian pohon tumbang dengan tingkat kerusakan yang bervariasi,” ujar Edy Susanto pada Rabu (15/1/2025).
Menurut Edy, angin kencang menjadi faktor utama yang menyebabkan pohon-pohon di sejumlah titik tumbang. Oleh karena itu, BPBD menghimbau kepada masyarakat untuk melaporkan pohon yang dianggap berisiko tumbang agar bisa segera ditangani.
“Kami mengimbau agar masyarakat segera melaporkan pohon yang berpotensi tumbang atau yang membutuhkan pemangkasan, demi mencegah dampak yang lebih buruk,” tambahnya.
Sebagai upaya antisipasi, BPBD Kota Bandar Lampung telah menyiagakan satu pleton anggota serta petugas patroli untuk memantau daerah-daerah rawan bencana. Hal ini dilakukan untuk memastikan respons cepat terhadap kejadian yang tidak terduga.
Salah satu kejadian yang terjadi pada hari ini, yaitu di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Srengsem, Kecamatan Panjang, pada pukul 13.31 WIB. Sebuah pohon jenis Plamboyan dengan diameter sekitar 135 cm tumbang akibat terjangan angin kencang. Pohon tersebut menimpa warung nasi uduk milik Bapak Salim, yang mengalami kerusakan cukup parah. Evakuasi terhadap pohon tumbang ini selesai dilakukan pada pukul 14.17 WIB.
Dedi Kurniawan, Danki BPBD Kota Bandar Lampung, menjelaskan bahwa tim TRC BPBD telah berkoordinasi dengan camat, lurah, dan ketua RT setempat untuk memastikan proses evakuasi berjalan lancar. “Proses evakuasi berjalan dengan cepat dan melibatkan aparat desa serta masyarakat setempat,” ujarnya.
BPBD juga terus mengingatkan warga untuk tetap waspada terhadap kondisi lingkungan sekitar, terutama terhadap pohon yang sudah tua atau rapuh. Dengan demikian, kerugian dan bahaya lebih lanjut dapat dihindari.
“Masyarakat diminta untuk melaporkan kondisi pohon yang berisiko tumbang agar kami bisa segera mengambil langkah preventif demi keselamatan bersama,” tandas Dedi Kurniawan.
Pihak BPBD bersama aparat desa dan RT setempat terus berupaya menjaga keselamatan warga dengan melakukan penanganan cepat terhadap berbagai kejadian yang terjadi akibat cuaca ekstrem ini.**






