Banjir di Negeri Olok Gading, Pemkot Tuntut Penanganan dan Koordinasi Pengembang

Foto Audiensi Wali Kota Eva Dwiana bersama Pengembang Citra Garden - warna.co
Foto Audiensi Wali Kota Eva Dwiana bersama Pengembang Citra Garden - warna.co

Warna.co, Bandar Lampung – Banjir merupakan bencana alam yang kerap menjadi momok bagi pemukiman warga di berbagai wilayah. Salah satu insiden yang belum lama terjadi di Kelurahan Negeri Olok Gading, Bandar Lampung, memunculkan sorotan terhadap peran pengembang dalam mengelola lingkungan permukiman.

Kejadian ini menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung, yang segera mengambil langkah dengan memanggil pengembang Perumahan Citra Garden.

Bacaan Lainnya

Dilaporkan bahwa banjir yang melanda daerah tersebut dipicu oleh jebolnya tanggul dan perubahan alih fungsi sungai menjadi gorong-gorong oleh pengembang Perumahan Citra Garden.

Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, menegaskan bahwa perubahan ini menyempitkan resapan air dan meningkatkan risiko genangan di sekitarnya. Kritik juga ditujukan pada respons lambat pengembang dalam menangani banjir, yang berimbas pada kesulitan penanganan oleh pemerintah setempat.

Eva Dwiana menyoroti pentingnya koordinasi antara pihak pengembang dan pemerintah dalam mengelola dampak lingkungan dari pembangunan permukiman. Dia menekankan perlunya pengembang untuk mengambil tindakan preventif, seperti pembuatan embung dan penanganan sampah, serta memastikan bahwa pembangunan infrastruktur tidak secara sembarangan memengaruhi tata air di sekitarnya.

“Ada kali kita yang biasa 2 meteran ditutup (Pengembang Citra Garden), mereka buat gorong-gorong. Ya gorong-gorongnya besar cuma kedalamannya agak pendek dan banyak sampah kemarin kita angkut ada tiga truk,” ujarnya, saat melakukan aundiensi dengan Citra Garden, Selasa (16/4/2024).

Dalam audensi tersebut, Eva Dwiana menyoroti perlunya penanganan yang lebih proaktif dari pihak pengembang. Permintaan untuk koordinasi lebih lanjut antara pengembang dan Pemkot Bandar Lampung disampaikan, dengan harapan agar tindakan preventif dapat diimplementasikan secara efektif guna mengurangi risiko banjir di masa mendatang.

“Harus koordinasi dulu dengan pemkot, kalau bisa pintu airnya harus ada tempat pembuangan. Jangan mengalirkan air ke arah gorong-gorong yang ada di masyarakat,” tegasnya.

Perwakilan Pengembang Citra Garden, Rudi, menegaskan komitmennya untuk membersihkan gorong-gorong dari sedimentasi sampah sebagai langkah awal penanganan pasca banjir. Meskipun pembersihan sudah dilakukan, namun disadari bahwa proses tersebut membutuhkan waktu yang bertahap.

“Kita akan lakukan pembersihan areal karena kemarin banyak sampah yang menutup saluran air, bertahap karena da beberapa tempat. Karena sebenarnya kita juga punya petugas kebersihan,” ungkapnya.

Pemerintah Kota Bandar Lampung tidak hanya fokus pada penanganan insiden banjir, tetapi juga memberikan bantuan kepada warga yang terdampak. Tali asih diberikan kepada korban banjir sebagai bentuk dukungan dalam menghadapi dampak bencana yang mereka alami.

Keseluruhan peristiwa ini menyoroti kompleksitas dalam pengelolaan lingkungan permukiman, di mana peran serta aktif dari pihak pengembang dan koordinasi yang baik dengan pemerintah menjadi kunci dalam mengurangi risiko bencana alam seperti banjir.***

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *