Bangun RS Penyakit Dalam, Pemkot Dapat Bantuan Pusat Rp150 milyar

Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana saat membuka bakti sosial operasi katarak masal gratis - warna.co
Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana saat membuka bakti sosial operasi katarak masal gratis - warna.co

Warna.co, Bandar Lampung  – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung berencana membangun Rumah Sakit (RS) Penyakit Dalam setinggi 10 lantai.

Lokasi pembangunan RS Penyakit Dalam akan berada di bekas gedung Uji KIR Dinas Perhubungan (Dishub) Bandar Lampung, tepat di samping IGD RS. A Dadi Tjokrodipo.

Pembangunan gedung RS Penyakit Dalam ini akan menggunakan anggaran dari pemerintah pusat sebesar Rp 150 miliar, ditambah Rp 50 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemkot Bandar Lampung.

Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana menyampaikan RS Penyakit Dalam digedung bekas uji KIR Dishub ini diharapkan menjadi percontohan bagi daerah lain.

“Kita juga akan dibantu dengan dokter-dokter dari pusat. Harapan kita tidak perlu lagi keluar kota atau ke luar negeri untuk berobat, karena di Bandar Lampung sudah tersedia fasilitas yang memadai,” ungkap Eva, Kamis (4/7/2024).

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Desti Megaputri, menjelaskan bahwa rumah sakit tersebut akan memiliki 10 lantai. Lima lantai akan difungsikan sebagai poli spesialis, sedangkan lima lantai lainnya akan diperuntukkan bagi ruangan penyakit dalam.

“Lokasinya di bekas bangunan uji KIR Dishub Bandar Lampung,” kata Desti.

Pembangunan yang akan dibiayai oleh pemerintah pusat ini dijadwalkan akan dimulai pada tahun 2025. “Pembangunan akan dimulai tahun depan, saat ini masih dalam tahap perencanaan,” tambahnya.

Plt Direktur RS. A Dadi Tjokrodipo, Teti Herawati, menambahkan bahwa rencana pembangunan gedung rumah sakit ini berada di samping gedung baru IGD. “Gedung tersebut akan diusulkan melalui dana pusat,” ucap Teti.

Dengan adanya RS Penyakit Dalam ini, diharapkan masyarakat Bandar Lampung tidak perlu lagi mencari layanan kesehatan keluar kota atau bahkan keluar negeri, karena fasilitas kesehatan yang lengkap dan modern sudah tersedia di kota mereka sendiri.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *