Bank Lampung Makin Digital! Pengguna Mobile Banking Tembus 186 Ribu, Agen Laku Pandai dan QRIS Melonjak

Direktur Utama PT Bank Lampung, Indra Merviana - Foto SIska Purnama|Warna.co
Direktur Utama PT Bank Lampung, Indra Merviana - Foto SIska Purnama|Warna.co

Warna.co, Bandar Lampung – PT Bank Lampung terus memperkuat transformasi digital sebagai komitmen memberikan layanan perbankan yang semakin mudah, cepat, dan aman bagi masyarakat.

Langkah tersebut dibuktikan dengan meningkatnya produk layanan digital Bank Lampung, mulai dari Mobile Banking Lampung Online, Agen Laku Pandai Lampung Smart, hingga merchant QRIS yang terus bertambah dari tahun ke tahun.

Bacaan Lainnya

Direktur Utama PT Bank Lampung, Indra Merviana, memaparkan, hingga pertengahan tahun ini, jumlah pengguna Mobile Banking Lampung Online tercatat mencapai 186.128 pengguna, atau tumbuh 22,22 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini menunjukkan semakin banyak masyarakat yang beralih menggunakan layanan digital untuk memenuhi kebutuhan transaksi sehari-hari.

Tak hanya layanan mobile banking, Indra Merviana menyebut, perluasan akses keuangan melalui Agen Laku Pandai Lampung Smart juga mengalami perkembangan yang sangat signifikan. Saat ini Bank Lampung telah memiliki 3.107 agen, meningkat 53,34 persen secara year on year.

Sementara itu, sambungnya, penggunaan sistem pembayaran digital melalui QRIS Bank Lampung pun semakin berkembang. Jumlah merchant yang telah bergabung kini mencapai 12.295 merchant, atau meningkat 23,39 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Pertumbuhan tersebut menjadi gambaran bahwa semakin banyak pelaku usaha yang mulai memanfaatkan transaksi non-tunai sebagai bagian dari aktivitas bisnis mereka, khususnya didominasi di wilayah Bandar Lampung,” jelas Indra Merviana, di Hotel Azana Lampung, Jumat (10/7/2026).

Peningkatan tersebut menjadi sinyal positif bahwa transformasi digital yang digerakan  terbukti meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Bank Lampung, sebagai bank daerah yang terus berinovasi mengikuti perkembangan zaman era perbankan modern.

Namun demikian, Indra menilai masih banyak potensi yang bisa dikembangkan, khususnya pada layanan Agen Laku Pandai Lampung Smart. Karena itu, Bank Lampung akan terus memperluas jangkauan layanan tersebut melalui berbagai kegiatan sosialisasi yang menyasar kabupaten dan kota di Provinsi Lampung.

“Kami melihat potensi Agen Laku Pandai masih sangat besar. Oleh karena itu, kami akan lebih masif melakukan sosialisasi ke berbagai daerah agar masyarakat semakin mengenal manfaat layanan ini. Semakin banyak agen yang hadir, semakin mudah pula masyarakat memperoleh layanan perbankan tanpa harus datang ke kantor cabang,” katanya.

Melalui Agen Laku Pandai, masyarakat dapat menikmati berbagai layanan perbankan seperti pembukaan rekening, setor dan tarik tunai, transfer dana, hingga pembayaran berbagai tagihan. Kehadiran agen juga mampu mendorong peningkatan inklusi keuangan, khususnya di daerah yang belum terjangkau layanan perbankan secara optimal.

Selain memperluas jaringan layanan, Bank Pembangunan Daerah Lampung  dibawah pimpinan Indra Merviana ini, juga mulai melakukan berbagai pembenahan sebagai bagian dari persiapan menghadapi tantangan industri perbankan pada 2026. Bank Lampung tengah menyiapkan percepatan transformasi bisnis agar mampu mengikuti perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat.

“Langkah tersebut mencakup penyesuaian struktur organisasi agar lebih adaptif terhadap perkembangan bisnis dan transformasi digital. Selain itu, Bank Lampung juga membentuk tim budaya perusahaan yang bertugas memperkuat nilai-nilai dan budaya kerja di lingkungan Bank Lampung. Dan untuk memperkuat pertumbuhan bisnis, Bank Lampung turut membentuk Tim Sinergi Bisnis yang diharapkan mampu meningkatkan kolaborasi antarsatuan kerja serta mengoptimalkan pengembangan produk dan layanan kepada masyarakat,” jelas Indra Merviana.

Maka, Bank Lampung tak hanya fokus pada inovasi layanan, juga memperkuat aspek keamanan digital. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah membentuk Unit Kerja Khusus (UKK) Siber yang berada di bawah pengelolaan manajemen risiko. Pembentukan unit tersebut merupakan bentuk keseriusan Bank Lampung dalam menjaga keamanan sistem teknologi informasi sekaligus melindungi data dan transaksi nasabah.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *