Warna.co, Jakarta – Program Studi Geografi, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH), Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertema “Peningkatan Literasi Lingkungan Masyarakat melalui Integrasi Teknologi Geospasial”, di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Kelurahan Pulau Panggang, Kepulauan Seribu, Sabtu (24/5/2025).
Kegiatan ini diselenggarakan bagian dari program bertema besar “Peningkatan Kapasitas dan Kemandirian Masyarakat Pulau Panggang Melalui Literasi, Konservasi, dan Inovasi Produk Lokal,” yang kali ini diikuti puluhan warga perwakilan ibu-ibu PKK, pelaku UMKM, serta anggota Karang Taruna.
Pemerintah Kelurahan Pulau Panggang menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini. Kepala Seksi Pemerintahan, Abdul Salam, yang hadir mewakili Lurah setempat, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif UNJ dalam memberikan edukasi lingkungan kepada masyarakat dengan pendekatan yang kontekstual dan aplikatif.
“Kami sangat mengapresiasi kerja sama ini. Kolaborasi semacam ini sangat penting dalam membekali masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan yang relevan, baik di bidang lingkungan maupun ekonomi,” ungkap Abdul Salam.
Kegiatan ini dipimpin oleh Tri Wandi Januar selaku ketua tim, bersama Della Ayu Lestari dan Filya Rizky Lestari sebagai anggota. Ketiganya didampingi oleh mahasiswa Geografi UNJ: Annisa Olivia Sofiana, Sadira Shula, dan Amerya Nadia Alfitra.
Dalam pemaparan materi, tim dosen dari Prodi Geografi UNJ menyampaikan pentingnya menjaga ekosistem pesisir, khususnya dalam konteks meningkatnya kekeruhan air di wilayah Kepulauan Seribu. Melalui teknologi geospasial dan visualisasi citra satelit, peserta diberikan pemahaman mengenai hubungan antara aktivitas manusia, dengan kualitas lingkungan laut di sekitar tempat tinggal mereka.
Pihak peserta kegiatan juga menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti sesi penyuluhan dan diskusi. Mereka turut berbagi pengalaman mengenai perubahan kondisi lingkungan, serta menyampaikan pandangan tentang pentingnya menjaga keberadaan mangrove, lamun, dan terumbu karang sebagai pelindung alami kawasan pesisir dari ancaman abrasi dan kerusakan ekosistem.
Salah satu hasil signifikan dari kegiatan ini adalah tumbuhnya kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya pelestarian lingkungan. Para peserta menyatakan komitmen mereka untuk menyebarkan pengetahuan yang diperoleh kepada anak-anak dan generasi penerus, sebagai bagian dari upaya memperkuat literasi lingkungan secara berkelanjutan.

Selain kegiatan utama terkait literasi lingkungan, empat kegiatan pengabdian masyarakat lainnya juga dilaksanakan secara paralel, yaitu:
• Peningkatan Kesiapsiagaan Masyarakat dalam Menghadapi Banjir Rob oleh Cahyadi Setiawan.
• Peningkatan Pengetahuan tentang Jasa Ekosistem Lamun oleh Lia Kusumawati.
• Pemberdayaan Ekonomi Melalui Pembuatan Sirup Mangrove oleh Della Ayu Lestari.
• Sosialisasi Pembuatan Sabun dari Mangrove untuk Mendorong Ekonomi Kreatif oleh Filya Rizky Lestari.
Kelima kegiatan tersebut menunjukkan pendekatan kolaboratif dan multidisipliner, dalam menjawab tantangan lingkungan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta masyarakat yang lebih sadar lingkungan, mandiri, serta mampu mengembangkan potensi lokal secara berkelanjutan.****






