Warna.co, Bandar Lampung – Pimpinan DPRD Kota Bandar Lampung, Hi. Sidik Efendi, S.H., M.H., mengajak masyarakat untuk memperkuat nilai kemanusiaan dan persatuan di tengah berbagai tantangan bangsa, mulai dari bencana alam hingga derasnya arus informasi di media sosial.
Hal tersebut disampaikan Sidik Efendi saat menghadiri kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) yang digelar di SMP IT Permata Bunda Alawiyah, Kecamatan Sukarame, Rabu (3/12/2025).
Mengawali sambutannya, Sidik Efendi mengajak seluruh peserta untuk mendoakan saudara-saudara sebangsa yang terdampak bencana alam di Aceh, Medan, dan Padang. Ia menekankan pentingnya empati dan solidaritas sebagai bagian dari nilai luhur Pancasila.
“Mari kita sejenak berdoa dan bermunajat kepada Allah SWT agar saudara-saudara kita diberikan ketabahan, kesabaran, dan bencana ini segera berlalu,” ujarnya seraya mengajak peserta mengirimkan doa.
Selain menyoroti persoalan kemanusiaan, legislator dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak menyikapi informasi yang beredar di media sosial. Menurutnya, derasnya arus informasi digital kerap dimanfaatkan untuk menyebarkan isu-isu yang belum tentu benar dan berpotensi memecah belah masyarakat.
“Informasi di media sosial sangat cepat menyebar, tetapi tidak semuanya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Karena itu, masyarakat jangan mudah terprovokasi oleh kabar yang menyesatkan,” kata Sidik Efendi.
Ia menekankan pentingnya budaya cek fakta sebelum mempercayai atau menyebarkan suatu informasi. Masyarakat diminta memastikan sumber berita jelas dan terpercaya agar tidak ikut menjadi bagian dari penyebaran hoaks.
“Pikirkan sebelum berbagi. Banyak informasi yang memancing emosi. Jangan sampai kita tanpa sadar menjadi penyebar berita bohong,” pesannya.
Sekretaris DPD PKS Kota Bandar Lampung ini juga mengingatkan bahwa media sosial rawan dijadikan sarana adu domba. Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk fokus pada konten-konten positif serta menghindari komentar yang dapat merusak persatuan.
“Pegang nilai kebersamaan, toleransi, dan persatuan. Setiap orang punya peran untuk menjadi penyebar kebaikan. Bijaklah dalam bermedia sosial agar lingkungan tetap damai dan kondusif,” pungkasnya.***






