Perlu Waspada ! Tingkat Kasus DBD Bandar Lampung Capai 19 awal 2024  

ilustrasi foto Nyamuk DBD/ 41330 pixabay.com
ilustrasi foto Nyamuk DBD/ 41330 pixabay.com

Warna.co, Bandar Lampung – Masyarakat Kota Bandar Lampung perlu waspada, karena kondisi demam berdarah (DBD) di Kota Bandar Lampung menarik perhatian publik seiring dengan laporan dari Dinas Kesehatan setempat. Sejak awal tahun 2024, jumlah kasus DBD mencapai 19, dengan 10 kasus dilaporkan pada bulan Januari dan 9 kasus pada bulan Februari.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Desti Mega Putri mengungkapkan, bahwa situasi ini memunculkan kekhawatiran di kalangan masyarakat. Penyebarannya telah meluas di seluruh kecamatan di Bandar Lampung.

Bacaan Lainnya

”Dari 126 kelurahan di kota tersebut, 75 di antaranya dikategorikan sebagai endemis DBD, sedangkan 50 kelurahan lainnya dikategorikan sebagai sporadis, dengan satu kelurahan berpotensi mengalami penyebaran yang lebih luas,” jelas Desti.

Ia menjelaskan, Penyebab utama dari penyebaran endemis ini adalah adanya sumber penularan dan tempat perindukan nyamuk pembawa virus DBD. Sehingga, dalam upaya menangani masalah ini, pihak berwenang telah mengambil beberapa langkah pencegahan.

”Program 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup tempat-tempat penampungan air, dan mendaur ulang barang-barang yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk pembawa virus DBD, telah diperkuat. Selain itu, pemeriksaan jentik berkala dan penyelidikan epidemiologi juga terus dilakukan,” paparnya.

Desti Mega Putri menegaskan bahwa upaya fogging fokus serta distribusi logistik DBD terus ditingkatkan. Hal ini sebagai bagian dari strategi untuk mengendalikan populasi nyamuk pembawa virus DBD. Meskipun demikian, hingga saat ini, belum ada laporan kasus kematian akibat DBD di Kota Bandar Lampung.

”Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, angka kasus DBD pada tahun 2024 tampaknya menunjukkan peningkatan. Pada Januari dan Februari tahun 2023, terdapat masing-masing 25 dan 22 kasus. Namun, jumlah kasus pada tahun 2023 secara keseluruhan mencapai 201, menurun dari 2022 yang mencapai 312 kasus” ungkapnya.

Meskipun belum mencapai level yang mengkhawatirkan, peningkatan kasus DBD di Bandar Lampung pada awal tahun 2024 menuntut perhatian serius. Langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan yang tepat perlu terus ditingkatkan.

”Termasuk kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari genangan air yang dapat menjadi tempat perindukan nyamuk. Dengan kerjasama semua pihak, diharapkan penyebaran DBD dapat ditekan dan kesehatan masyarakat dapat terjaga dengan baik,” pungkasnya.***

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *