Warna.co, Bandar Lampung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung melanjutkan program pemberian Beasiswa, kepada siswa SMA/SMK dan mahasiswa dari kalangan keluarga yang membutukan.
Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, dalam kesempatan tersebut menyampaikan, bahwa tujuan dari pemberian beasiswa ini adalah untuk membantu meringankan beban biaya SPP siswa.
Untuk tahun ini, ujar Eva, Pemkot berencana untuk melunasi biaya pendidikan selama satu tahun penuh. Dan jika prosesnya berjalan dengan baik, akan ada rencana untuk melanjutkannya hingga para siswa tersebut lulus.
“Ini adalah bantuan untuk anak-anak sekolah negeri yang berasal dari keluarga kurang mampu. Kami akan evaluasi, jika berjalan lancar, kami akan lanjutkan hingga mereka lulus,” ujar Eva Dwiana, Rabu (5/2/2025).
Eva Dwiana juga mengatakan, bahwa target penerima beasiswa tahun ini meningkat signifikan, mencapai sekitar 5.000 siswa. Hal ini jauh lebih banyak dibandingkan tahun lalu yang hanya mencakup sekitar 500 mahasiswa dan seribu siswa SMA/SMK.
“Penyaluran beasiswa ini diharapkan dapat meringankan beban biaya pendidikan dan memotivasi para siswa serta mahasiswa untuk terus berprestasi di bidang akademik,” jelasnya.
Dengan adanya program ini, Eva berharap pendidikan di Bandar Lampung semakin terjangkau dan dapat memfasilitasi kesuksesan para generasi penerus bangsa.
Kegiatan pemberian beasiswa pun berlangsung di Gedung Semergou Bandar Lampung. Dimana ribuan siswa SMA/SMK dan mahasiswa perguruan tinggi negeri memadati gedung tersebut.
Saat diwawancarai, Masrip, seorang orang tua yang datang untuk mengambil beasiswa anaknya yang bersekolah di SMA.
“Saya datang untuk mengambil beasiswa anak yang sekolah di SMA, tapi belum tahu jumlah bantuannya berapa,” ujar Masrip yang turut merasakan keramaian di gedung tersebut.
Masrip juga menyarankan agar proses penyaluran beasiswa dilakukan secara terstruktur dengan membagi per kecamatan. Menurutnya, pembagian tersebut akan lebih efektif dan menghindari terjadinya kerumunan besar seperti yang terlihat di Gedung Semergou.
“Inginnya dibuat per kecamatan agar lebih tertib dan tidak berjubel seperti ini,” tambahnya.
Selain itu, Zaki, seorang mahasiswa di ITERA (Institut Teknologi Sumatera), juga datang ingin memastikan nominal dari bantuan yang akan diterimanya.
“Saya dengar bantuan kemungkinan Rp1 juta, tapi masih belum jelas apakah diberikan per bulan atau per semester,” pungkasnya.***






