Komunitas Baradipat, Terlahir dari Passion Kini Jadi Relawan Sosial

Foto Petugas Langsir Kereta Api di Tarahan || warna.co
Foto Petugas Langsir Kereta Api di Tarahan || warna.co

Warna.co, Bandar Lampung – Dunia rail fans, atau penggemar kereta api, telah membawa bersama individu dari berbagai latar belakang ke dalam satu komunitas yang solid dan berdedikasi di Bandar Lampung.

Komunitas yang menonjol dalam ranah ini adalah Baradipat, singkatan dari Barisan Pecinta Kereta Api Divre 4 atau yang lebih populernya Rail Fans Lampung, yang dibentuk pada tahun 2015.

Bacaan Lainnya

Pada awalnya, tahun 2012 kegiatan komunitas ini sebatas berbagi foto-foto kereta api dan berinteraksi santai di dunia maya. Namun, seiring berjalannya waktu, semangat mereka berkembang menjadi lebih dari sekadar penggemar kereta api. Baradipat mulai berperan sebagai relawan dalam kegiatan sosial.

Diantaranya, aktifitas Baradipat dalam aksinya yakni untuk keselamatan penumpang kereta api, dan keselamatan masyarakat jalan raya sekitar perlintasan rel. Sehingga Baradipat menjadi wadah untuk menjalankan aksi sosial yang bermanfaat bagi warga Lampung.

Ketua Baradipat Lampung, Faldo Putra Pratama mengatakan, saat ini anggota Bardipat terdiri dari sekitar 50 anggota. Yang tersebar diwilayah operasi kegiatan Baradipat, yakni Tarahan, Branti Lampung Selatan, Kotabumi, Martapura, Blambangan Umpu, Batu Raja dan  Bandar Lampung.

”Meskipun berpusat di Bandar Lampung, komunikasi di antara anggota dari berbagai wilayah dilakukan secara digital. Kami punya grup di media sosial untuk saling berkomunikasi,” ungkap Faldo, kepada warna.co.

Ia memberitahukan, awalnya Baradipat hanya merupakan perkumpulan informal yang didirikan 2012 oleh ketua terdahulu. Kini, Komunitas ini beroperasi di bawah payung departemen hubungan masyarakat (Humas) PT KAI Divre IV.

”Kami Berkumpul di bawah bendera bersatu, mengorganisir pertemuan dan acara sepanjang tahun, sampai akhirnya komunitas ini melaksanakan kegiatan sosial kemanusiaan menjadi relawan keselamatan masyarakat” jelasnya.

Mereka tidak hanya berkumpul untuk berbagi minat, tetapi juga untuk mengorganisir berbagai acara sepanjang tahun, termasuk kegiatan sosial yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan keselamatan dalam perjalanan kereta api.

”Acara yang digelar sebagai sarana advokasi. Di antaranya, meningkatkan kesadaran tentang pelecehan seksual di kereta api hingga mempromosikan keselamatan. Komunitas ini aktif terlibat dalam inisiatif sosial, sering kali bekerja sama dengan otoritas kereta api mendistribusikan materi informasi kepada penumpang,” jelas pria usia 20 tahun tersebut.

Pendiri Baradipat Lampung, Alvin menambahkan, dalam waktu dekat Baradipat berencana untuk membuka posko selama arus mudik lebaran dan natal tahun baru. Posko ini akan memberikan layanan sukarela kepada pengguna kereta api, membantu masyarakat selama perjalanan dan memberikan informasi yang diperlukan.

”Baradipat juga aktif dalam meningkatkan apresiasi terhadap kereta api, komunitas ini kerap kali mengadakan pertemuan di stasiun hingga kegiatan tracking, yang memungkinkan anggota untuk lebih memahami lingkungan sekitar rel kereta api,” ungkap wakil Ketua Baradipat tahun 2017 tersebut.

Dengan berbagai kegiatan dan inisiatifnya, Komunitas Baradipat terus memperkuat komitmen mereka untuk menyatukan dan memajukan pecinta kereta api di wilayah Bandar Lampung serta sekitarnya.

Melalui semangat dan dedikasi mereka, Baradipat membuktikan bahwa minat yang sama dalam kereta api dapat menjadi dasar yang kuat untuk membangun hubungan sosial yang berarti dan berkontribusi pada kebaikan bersama.***

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *