BANDAR LAMPUNG Warna.co – Pemerintah Provinsi Lampung resmi meluncurkan sistem Electronic Monitoring and Evaluation (E-Monev) Keterbukaan Informasi Publik 2025, Rabu (10/9/2025). Peluncuran yang dipusatkan di ruang video conference Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) Lampung itu diikuti ratusan badan publik se-Lampung secara daring.
Acara dibuka oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal yang diwakili Kadis Kominfotik, Ganjar Jationo, serta dihadiri Ketua Komisi Informasi (KI) Lampung, Erizal, bersama jajaran.
Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan keterbukaan informasi publik merupakan pilar penting mewujudkan pemerintahan yang bersih dan akuntabel.
“Melalui e-Monev ini, kita dapat meningkatkan kepercayaan publik, membangun tata kelola pemerintahan yang transparan, serta memperkuat ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Gubernur, pemanfaatan teknologi digital sangat krusial untuk memantau kepatuhan badan publik terhadap UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Ia optimistis keterbukaan informasi yang konsisten akan memperkuat demokrasi lokal dan menjadikan Lampung contoh praktik pemerintahan modern.
Sementara itu, Ketua KI Lampung, Erizal, menyebut tahun ini terdapat 246 badan publik yang mengikuti e-Monev, terdiri dari 111 pimpinan badan publik pada sesi pertama dan 135 pada sesi kedua.
“E-Monev bukan hanya instrumen administratif, tetapi sarana untuk mengukur kepatuhan badan publik dalam menyediakan informasi terbuka bagi masyarakat,” jelasnya.
Erizal menambahkan, penilaian meliputi penyediaan informasi akurat, sistem layanan informasi, serta mekanisme uji konsekuensi terhadap informasi yang dikecualikan. Hasil evaluasi akan menentukan kategori kepatuhan masing-masing instansi.
Dengan sistem ini, pemerintah dapat mengidentifikasi permasalahan di lapangan, memberi solusi, serta mendorong badan publik lebih proaktif menyediakan informasi.
“Keterbukaan informasi adalah hak konstitusional warga negara. Badan publik harus menjamin akses informasi yang berkualitas dan mudah dijangkau,” tegas Erizal.
Peluncuran e-Monev 2025 diharapkan memperkuat transparansi, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan pembangunan, dan mendorong terciptanya tata kelola pemerintahan yang demokratis, akuntabel, serta terpercaya.






