Atasi Banjir, Pemkot Targetkan Seribu Biopori dan Seribu Pohon

Pjs Wali Kota Bandar Lampung, Budhi Darmawan, mengadakan kunjungan ke kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bandar Lampung, Kamis (26/9/2024) -warna.co
Pjs Wali Kota Bandar Lampung, Budhi Darmawan, mengadakan kunjungan ke kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bandar Lampung, Kamis (26/9/2024) -warna.co

Warna.co, Bandar Lampung – Guna mengatasi banjir di Kota Bandar Lampung, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung  membuat seribu lubang biopori dan menanam seribu pohon dalam waktu satu bulan.

Inisiatif ini bertujuan untuk mengurangi dampak banjir yang kerap melanda wilayah tersebut, terutama saat musim hujan.

Bacaan Lainnya

Penjabat Sementara (Pjs) Wali Kota Bandar Lampung, Budhi Darmawan, menyampaikan bahwa upaya ini merupakan bagian dari strategi untuk mengatasi masalah banjir yang telah menjadi tantangan serius bagi masyarakat.

“Kami menargetkan pembuatan 1.000 lubang biopori dan penanaman 1.000 pohon dalam waktu sebulan. Ini adalah langkah awal dalam mengatasi masalah banjir yang terjadi setiap tahun,” ungkap Budhi, Rabu (23/10/2024).

Kolaborasi antara Pemkot Bandar Lampung, Pemprov Lampung, dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Way Sekampung menjadi landasan dari proyek ini. Diharapkan, kerja sama tersebut dapat memberikan solusi untuk mengurangi dampak banjir yang sudah menjadi isu kronis di berbagai daerah di Bandar Lampung.

Budhi Darmawan menekankan bahwa meskipun banjir merupakan masalah yang kompleks, tindakan preventif harus segera diambil untuk mengurangi intensitas banjir di masa mendatang.

“Meskipun sulit untuk menyelesaikan masalah banjir secara instan, kami harus memulai langkah-langkah yang dapat memberikan dampak positif. Dengan penanaman pohon dan pembuatan biopori, kami berharap dapat mengurangi volume air yang menggenang,” jelasnya.

Pembuatan lubang biopori bertujuan untuk meningkatkan daya serap tanah terhadap air hujan, sehingga mengurangi potensi genangan yang dapat mengakibatkan banjir. Lubang-lubang ini diharapkan dapat mempercepat proses penyerapan air, terutama di daerah-daerah yang rawan banjir. Selain itu, penanaman pohon juga dianggap sebagai solusi jangka panjang untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan meningkatkan daya serap air tanah.

Pelaksanaan proyek ini akan dilakukan secara manual oleh petugas lapangan serta dengan bantuan alat berat, agar target tersebut dapat tercapai dalam jangka waktu yang ditentukan. Beberapa sungai di wilayah ini seringkali menjadi penyebab utama banjir, terutama saat curah hujan tinggi, akibat debit air yang meluap.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan akan tercipta solusi komprehensif untuk memperbaiki sistem drainase dan aliran air di daerah-daerah yang sering dilanda banjir.

“Kami berkomitmen untuk menangani masalah banjir dari berbagai sisi, mulai dari penataan aliran sungai hingga pemanfaatan teknologi sederhana seperti biopori. Semoga langkah ini memberikan hasil yang signifikan dalam mengurangi kejadian banjir,” tambah Budhi.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *