Pemkot Kaji Ulang Pembenahan Talud Pasca Banjir Bandang

Foto Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana usai membuka forum perangkat daerah dalam penyusunan RKPD tahun 2025 di Aula Semergo, Rabu (28/2/2024) - warna.co
Foto Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana usai membuka forum perangkat daerah dalam penyusunan RKPD tahun 2025 di Aula Semergo, Rabu (28/2/2024) - warna.co

Warna.co, Bandar Lampung – Ibu Kota Provinsi Lampung, Kota Bandar Lampung baru saja mengalami musibah banjir bandang beberapa hari yang lalu, yang menyebabkan sejumlah talud di sepanjang pinggiran sungai jebol terbawa derasnya arus air.

Menghadapi situasi ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung bersikap proaktif dengan mengumumkan rencana untuk mengkaji ulang atau membenahi talud yang ada, sepanjang sungai lingkungan warga.

Bacaan Lainnya

Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, mengungkapkan bahwa pasca-banjir bandang, fokus utama Pemkot akan tertuju pada perbaikan drainase dan pendataan ulang terhadap talud yang ada.

“Paska banjir bandang kemarin kita akan lebih fokus perbaiki drainase dan juga untuk mendata kembali talud nya,” ujarnya dalam forum perangkat daerah dalam penyusunan RKPD tahun 2025, Rabu (28/2/2024).

Eva Dwiana menegaskan bahwa meskipun talud yang ada sebelumnya dianggap baik, namun beberapa dari mereka terbawa arus banjir yang sangat deras akibat curah hujan yang etensitasnya tinggi.

“Nah  talud ini harus kita kaji kembali, jangan lama-lama mengkajinya secepatnya. Harus ditingkatkan lagi daya volume taludnya,” paparnya.

Selain faktor cuaca ekstrem, Eva juga menyebutkan bahwa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah menginformasikan bahwa hampir seluruh daerah di Indonesia mengalami kondisi cuaca ekstrim. Banjir bandang yang terjadi tidak hanya melanda Bandar Lampung, tetapi juga daerah-daerah lainnya.

Oleh karena itu, Eva mengatakan bahwa Pemkot terus melakukan evaluasi agar kejadian banjir semacam itu tidak terulang. “Kita evaluasi terus,” tandasnya.

Tidak hanya fokus pada penanganan pascabanjir, Pemkot Bandar Lampung juga berencana untuk memberikan bantuan kepada korban bencana banjir. Dengan alokasi anggaran yang akan ditambah untuk tahap kedua bantuan, Eva menyebutkan bahwa pendataan masih dilakukan oleh kelurahan untuk menentukan jumlah yang dibutuhkan.

Dalam konteks ini, Eva juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama dengan tidak membuang sampah sembarangan, terutama di sungai.***

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *