Fraksi PDI DPRD Bandar Lampung Sosialisasikan Pembinaan Ideologi Pancasila

kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) yang digelar di Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Bumi Waras, pada Selasa (2/12/2025). 
kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) yang digelar di Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Bumi Waras, pada Selasa (2/12/2025). 

Warna.co, Bandar Lampung  — Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Bandar Lampung, Endang Asnawi, menggelar kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) yang digelar di Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Bumi Waras, pada Selasa (2/12/2025).

Endang menjelaskan bahwa Pancasila memiliki makna yang sangat mendalam sebagai ideologi sekaligus dasar negara Republik Indonesia. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya menjadi fondasi utama dalam menjaga persatuan serta membentuk karakter bangsa.

Bacaan Lainnya

Menurut Endang, Pancasila bukan hanya berfungsi sebagai dasar negara, tetapi juga menjadi perekat persatuan dan kesatuan bangsa. Selain itu, Pancasila mengandung nilai-nilai kemanusiaan, moral, serta menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Pancasila adalah fondasi berdirinya Republik Indonesia. Di dalamnya terdapat nilai persatuan, kemanusiaan, dan moral yang harus terus kita jaga dan amalkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Endang Asnawi yang juga menjabat sebagai Sekretaris Komisi I DPRD Kota Bandar Lampung turut menyoroti pentingnya pendidikan karakter anak sejak usia dini. Ia mengingatkan para orang tua agar lebih bijak dalam membatasi penggunaan gawai atau telepon pintar pada anak-anak.

Menurutnya, penggunaan gawai secara berlebihan dapat menghambat interaksi sosial anak dan mengurangi kemampuan mereka dalam membangun empati serta rasa kebersamaan dengan sesama.

“Jika anak jarang berinteraksi dengan lingkungan dan tidak belajar berbagi serta berempati, maka perkembangan sosialnya bisa terganggu. Inilah yang menjadi salah satu penyebab maraknya kasus perundungan di kalangan anak-anak,” jelasnya.

Endang menilai, pemberian gawai sejak usia terlalu dini, bahkan sejak anak berusia sekitar tujuh tahun, dapat berdampak buruk terhadap pembentukan karakter. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai keagamaan, akhlak, serta aturan sejak dini agar anak tumbuh menjadi pribadi yang beradab dan bertanggung jawab.

“Bagaimana anak bisa tumbuh menjadi manusia yang beradab jika dasar ketuhanan dan akhlak tidak ditanamkan sejak kecil. Orang tua perlu memberikan pemahaman agama dan aturan yang jelas agar anak tidak tumbuh semena-mena,” tegasnya.

Diketahui, dalam kegiatan Sosialisasi PIP-WK tersebut, Endang Asnawi menghadirkan dua narasumber, yakni Anggalana, S.H., M.H., dosen Universitas Bandar Lampung, serta Suheli, S.H., mantan anggota DPRD Kota Bandar Lampung, yang memberikan pemaparan dari berbagai sudut pandang.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *