Film Lokal Lampung, Serdam: The Death Whistle Tembus Bioskop Online Indonesia

Konferensi Pers Film lokal Lampung Serdam: The Death Whistle, di Dewan Kesenian Lampung, Jumat (14/6/2024) -warna.co
Konferensi Pers Film lokal Lampung Serdam: The Death Whistle, di Dewan Kesenian Lampung, Jumat (14/6/2024) -warna.co

Warna.co, Bandar Lampung – Film pendek asli Lampung pertama yang disutradarai Dede Safara, berhasil menembus Bioskop Online Indonesia dalam kanal www.bioskoponline.com.

Dalam konferensi pers yang diadakan oleh Movie Lab, di Gedung Dewan Kesenian Lampung, Produser dan Penulis dari film Serdam:The Death Whistle, Iin Zakaria, mengungkapkan, awal mula memprakarsai pembuatan film ini yakni dengan terbentuknya Movie Lab sebagai wadah para sinemas di Lampung.

Bacaan Lainnya

“Awalnya, kami bentuk Movie Lab sebagai wadah teman-teman sineas yang ada di Lampung, kemudian kami berkolaborasi memunculkan daya kreativ. Kemudian timbul ide membuat sebuah film tahun 2020, dan tim dibentuk oktober 2021 setelah drama covid kami mulai produksi,” ungkap Iin, Jum’at (14/6/2024).

Iin menjelaskan, Produksi Serdam:The Death Whistle untuk membentuk ekosistem perfilman dan industri mikro film di Lampung. Dan membuka peluang sebagai kendaraan bagi para sineas untuk berkelanjutan.

“Dari kolaborasi ini, semua tim menuangkan ide-ide cerita, dan setelah ngobrol dengan musisi di Lampung barat mucul Serdam ini sebagai topik untuk film, yang berhasil di produksi awal tahu 2022,” ujarnya.

Membicarakan perjalanan film ini, Iin menjelaskan, pada tahun 2022 Movie Lab selesai produksi, dan mulai menayangkan film ini di beberapa pemutaran alternatif komunitas. Lalu pada tahun 2023, film ini menjadi perwakilan Lampung di festival film internasional Kenduri Serumpun Melayu Film Festival.

”Festival ini kemudian bekerjasama dengan Jogja-NETPAC Asian Film Festival untuk menayangkan film-film Sumatra, di Bioskop Online dalam program Sajian Film Sumatra. Ini perjalanan yang menakjubkan, karena film ini mulanya hasil ujicoba,” ungkapnya.

Foto Warna.co
Foto Warna.co

Ia memiliki harapan, sampai bulan November tahun ini, Move Lab akan promosi film-film ke sekolah dan universitas di Lampung, dengan terus mengadeng pihak Dewan Kesenian Lampung dan Pemerintah.

”Kami akan turun ke sekolah, karena banyak talenta muda, sineas muda untuk membangun gerakan sinema mikro. Dan kami berharap ada dukungan teman-teman media, Dinas Parengkraf, dan Disdikbud,” tandasnya.

Produser Eksekutif dan Sekretaris Dewan Kesenian Lampung, Bagus S. Pribadi menjelaskan, bahwa pihaknya memberikan dukungan terbaiknya untuk film Serdam: The Death Whistle.

“Kami mendukung berbagai bentuk kesenian, termasuk juga film. Apalagi film ini membahas tentang alat musik Lampung, yang hampir punah. Lalu proses syuting dilakukan di Pesisir Barat dengan menampilkan alam yang indah disana. Maka tidak ada alasan untuk tidak mendukung produksi film ini,” ungkapnya.

Sementara, Sang sutradara, Dede Safara Wijaya mengaku sangat terharu dengan perjalanan panjang apresiasi yang besar untuk film Serdam: The Death Whistle.

“Saya sangat terharu, bangga, dan berterima kasih kepada seluruh rekan komunitas, anak-anak muda berbakat yang memproduksi film ini bersama saya. Ini produksi kolaborasi pertama kami dan perjalanannya begitu jauh dan luar biasa. Tentu juga saya berharap, karya sederhana kami dari Movie Lab ini dapat diterima dengan baik oleh penonton dari seluruh Indonesia, khususnya masyarakat Lampung,” ungkapnya.

Founder Movie Lab dan representatif dari Komite Film Dewan Kesenian Lampung, Razi Al Farisi menambahkan harapannya, agar teman-teman sineas di Lampung terus menghasilkan karya untuk mendobrak sektor perfilman lokal.

“Karena ini uji coba atau laboratorium pertama, kami sadar bahwa film ini masih punya beberapa kekurangan. Akan tetapi, harus kami akui ini diluar dari apa yang kami prediksi sebelumnya. Kami sangat bangga dan berharap film-film yang kami produksi kedepannya juga bisa memiliki perjalanan seperti fil perdana kami atau bahkan melampaui film ini,” pungkasnya.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *