360 Warga Terpapar DBD Sepanjang Tahun 2024

ilustrasi foto Nyamuk DBD/ 41330 pixabay.com
ilustrasi foto Nyamuk DBD/ 41330 pixabay.com

Warna.co, Bandar Lampung – Sebanyak 360 orang di Bandar Lampung tercatat telah terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD). Angka tersebut merujuk pada data yang dirilis oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkot Bandar Lampung, yang mencatat penyebaran kasus DBD di 20 kecamatan di kota ini.

Kepala Dinkes Pemkot Bandar Lampung, Desti Mega Putri, mengungkapkan jumlah kasus DBD yang tercatat sepanjang tahun ini, hingga Oktober 2024.

Bacaan Lainnya

“Dari Januari hingga 31 Oktober 2024, total kasus yang terdaftar mencapai 360 kasus DBD,” ujar Desti pada Selasa (5/11/2024).

DBD disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Desti menjelaskan, nyamuk ini menggigit manusia, dan melalui gigitan tersebut, virus masuk ke dalam tubuh, memicu gejala yang dapat berakibat fatal jika tidak segera ditangani dengan tepat.

“Ketika nyamuk Aedes aegypti menggigit seseorang, virus dengue dapat masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan gejala DBD yang berisiko fatal apabila tidak segera diobati,” jelas Desti lebih lanjut.

Dinkes tak tinggal diam dalam menghadapi ancaman penyebaran DBD. Untuk memutus rantai penularan, Desti mengungkapkan bahwa pihaknya rutin mengadakan kegiatan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat.

“Selain memberikan informasi mengenai bahaya DBD, kami juga mengajak masyarakat untuk melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN),” tuturnya.

Dalam kegiatan PSN, masyarakat diminta untuk menerapkan metode 3M Plus terdiri dari, Menguras tempat penampungan air, Menutup wadah yang bisa menampung air, dan Mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

“Selain itu, berbagai langkah tambahan seperti penaburan larvasida, pemeliharaan ikan pemakan jentik, serta pergantian air dalam pot bunga secara rutin, juga terus digalakkan,” ungkapnya.

Desti juga melibatkan berbagai pihak dalam upaya penanggulangan DBD, termasuk puskesmas di setiap kecamatan, kader kesehatan di tingkat kelurahan, dan rumah sakit di seluruh Bandar Lampung.

Koordinasi dengan rumah sakit sangat penting, terutama dalam penanganan pasien DBD yang membutuhkan perawatan intensif.

“Selain itu, kami juga rutin melakukan pemeriksaan jentik di setiap kelurahan dan mendistribusikan abate kepada warga sebagai upaya untuk mengendalikan populasi jentik nyamuk,” imbuhnya.

Sebagai langkah preventif, Dinkes mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk lebih sadar dan proaktif dalam menjaga lingkungan mereka agar terbebas dari sarang nyamuk penyebab DBD.

“Edukasi yang dilakukan diharapkan dapat mengurangi angka penularan dan memutus mata rantai penyebaran virus dengue di Kota Bandar Lampung,” pungkasnya.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *