Warna.co, Bandar Lampung – Pasar Raya Lebak Budi yang berada di Jl. Imam Bonjol No.60 Pasir Gintung, Tanjung Karang Barat, menjadi pasar tradisional yang berkonsep modern pertama di Kota Bandar Lampung.
Pendirian pasar modern Lebak Budi terinspirasi dari Or Tor Kor di Bangkok, Thailand. Dimana fasilitas didalamnya mengunakan teknologi masa kini, yang menjamin keteraturan, keamanan, kebersihan, dan kenyamanan bagi pengunjung dan pedagangnya.
Direktur PT. Pasar Raya Lebak Budi, Johansyah mengatakan, bahwa moderinisasi dari pasar ini dapat dilihat dari fasilitas yang diberikan. Misalnya, terdapat CCTV, Akses Parkir mengunakan tiket, Anjungan Tunai Mandiri, serta diberlakukan pembayaran non tunai atau mengunakan dompet digital.
“Kami berharap pasar Raya Lebak Budi menjadi tempat bertansaksi jual beli yang nyaman bagi pedagang dan pembeli. Tetap bisa transaksi tawar menawar, beli sesuai kebutuhan. Namun hal modern terletak pada tempatnya yang lebih bersih, teratur, fasilitas modern, dan juga pembayaran bisa pakai QRIS langsung ke pedagang,” papar Johansyah.
Johan menyebut, diatas lahan seluas 8,200 meter persegi, 161 lapak dan 48 kios beserta fasilitas dapur umum, musola dan toilet dibangun dengan anggaran senilai Rp20 milyar. Sehingga Pasar Raya Lebak Budi akan beroperasi selama 24 jam, dengan penjagaan yang ketat dan baik serta menjamin keamanan konsumen.
“Manajemen pasar akan melakukan penjagaan ketat, terhadap produk pedagang atau pun konsumen yang berbelanja. Namun dukungan pemerintah daerah juga diharapkan, dalam pembinaan dan pengarahan kepada pedagang serta manajemen untuk menjaga kualitas pasar,” ungkapnya.
Sementara, Tim Manajement, Jemi mengatakan, bahwa Pasar Raya Lebak Budi menjadikan destinasi wisata belanja dan kuliner yang akan dilengkapi dengan lapak pelaku usaha kesenian dan UMKM setempat. Manajement membuka siapa saja pelaku usaha yang ingin berdagang di lokasi tersebut.

“Bagi yang ingin menyewa lapak bisa mendatangi pasar Raya Lebak Budi. Kami ada kantor marketing disamping musola,” ungkapnya.
Ditanya perihal harga jual sayuran dan semabako di Pasar Raya Lebak Budi, Jemi memastikan kualitas barang yang baik dengan harga yang terjangkau.
“Kalau harga jual kita serahkan kepada masing-masing pedagang, kalaupun misal lebih mahal, wajar jika beda sedikit. Tapi kita menjamin tidak terlalu tinggi harganya, karena akan berpengaruh pada daya beli masyarakatnya,” imbuh Jemi.
Sementara Pengelola Pasar, Raka menyebut, harga sewa lapak mulai dari Rp600 ribu. Dan untuk biaya kebersihan, listrik dan air Rp20 ribu/hari.
“Tarif parkir telah ditetapkan sebesar Rp.4.000 untuk mobil dan Rp.3.000 untuk sepeda motor sekali masuk tidak ada hitungan jam. Namun, selama soft opening dan grand opening, parkir akan digratiskan untuk pengunjung,” pungkasnya.***






