Warna.co, Bandar Lampung – Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui Dinas Kesehatan (Diskes) mengumumkan pencapaian yang membanggakan dalam upaya eliminasi malaria.
Menurut Kadiskes Pemkot Bandar Lampung, Desti Mega Putri, kota tersebut telah memenuhi ketiga indikator penting yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk mendapatkan penghargaan eliminasi malaria.
Desti Mega Putri menjelaskan bahwa Kemenkes saat ini sedang melakukan penilaian terhadap Bandar Lampung guna menentukan status eliminasi malaria bagi kota tersebut.
”Salah satu indikator utama dalam penilaian tersebut adalah angka positif rate kasus malaria, yang harus berada di bawah lima persen. Bahwa tingkat kejadian malaria mencapai 1:1000 kasus, serta selama tiga tahun berturut-turut tidak ada kejadian malaria yang diakibatkan oleh nyamuk lokal,” paparnya, Rabu (24/4/2024).
Meskipun demikian, Desti mengakui bahwa kasus malaria yang terjadi di Bandar Lampung sebagian besar merupakan impor dari daerah endemik lainnya.
”Sebagai contoh, seseorang dapat terinfeksi di daerah seperti Pesawaran namun mengalami gejala penyakit di Bandar Lampung,” imbuhnya.
Meskipun demikian, Desti menegaskan bahwa kasus fatality akibat malaria di Bandar Lampung tetap terkendali, tanpa menyebabkan kematian dalam tiga tahun terakhir. Hal ini menunjukkan efektivitas langkah-langkah pencegahan dan penanganan yang dilakukan oleh pemerintah setempat.
”Dengan capaian yang signifikan ini, dapat meraih penghargaan eliminasi malaria dari Kementerian Kesehatan,” pungkasnya.***
Pencapaian ini tidak hanya merupakan prestasi bagi pemerintah dan masyarakat Bandar Lampung, tetapi juga menunjukkan komitmen yang kuat dalam melawan penyakit menular yang telah lama menjadi masalah kesehatan global.
Dengan terus menjaga keberhasilan ini melalui program pencegahan dan pemantauan yang berkelanjutan, Bandar Lampung membuktikan bahwa upaya bersama dapat mengatasi tantangan kesehatan yang serius.***






