Warna.co, Bandar Lampung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung telah memberikan bantuan bagi ratusan warga korban banjir, di Tiga Kecamtan, Kamis (18/4/2024).
Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, menyebut Tiga kecamatan yang terdampak bencana banjir yang mendapat bantuan adalah Teluk Betung Timur (TBT), Teluk Betung Selatan (TBS), dan Teluk Betung Barat.
Dalam kegiatan sosial ini, Pemkot telah mengalokasikan dana sebesar Rp 2 miliar untuk memberikan bantuan kepada para korban banjir.
“Alhamdulillah sekarang ini kita membagikan yang terdampak banjir, bervariasi ada yang Rp1 juta hingga ada juga yang Rp10 juta. Kita serahkan langsung kepada masyarakat dan tidak boleh diwakili,” ungkap Eva.
Pemberian bantuan secara langsung kepada masyarakat tanpa perantaraan dilakukan agar dapat memastikan bahwa bantuan tersebut tepat sasaran.
“Mengapa tidak boleh diwakili? Karena takutnya salah kasih orang, tapi Insyaallah catatan dari camat pasti akurat,” tambahnya.
Selain bantuan berupa uang tunai dengan nominal yang bervariasi tergantung kerusakannya, Pemkot juga memberikan bantuan beras seberat 10 kilogram per korban.
“Penerima hampir 2.000 orang lebih. Karena terdampak sudah kita kasih, tapi yang parah bener sampai masuk air rumahnya itu 800. Yang hal ini sebagai salah satu penanganan bencana,” jelas Eva.
Selain memberikan bantuan, Pemkot juga sedang melakukan perbaikan dan pembuatan gorong-gorong di daerah Olog Gading atau di sekitaran wilayah Citra Garden. Hal ini dilakukan sebagai upaya pencegahan agar bencana serupa tidak terjadi lagi di masa yang akan datang.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung, Wakidi, menyampaikan bahwa bantuan tersebut telah diberikan kepada 842 warga korban banjir di tiga kecamatan tersebut.
“Adapun rinciannya di Kecamatan TBT sebanyak 18 orang, TBS 674 orang, dan Kecamatan TBB 150 orang,” ungkapnya.
Bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Kota Bandar Lampung ini diharapkan dapat meringankan beban para korban banjir dan membantu mereka untuk memulihkan kondisi kehidupan mereka pasca-bencana. Semoga langkah-langkah ini juga menjadi contoh bagi daerah lain dalam penanganan bencana alam dengan cepat dan efektif.***






