Gemarikan di Pulau Kalamo, Tingkatkan Gizi dan Kesehatan Anak-Anak

Foto dari kiri : Penasehat Darma Wanita Persatuan KKP, Ernawati Trenggono bersama Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana dalam Safari Gemari Kalamo - warna.co
Foto dari kiri : Penasehat Darma Wanita Persatuan KKP, Ernawati Trenggono bersama Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana dalam Safari Gemari Kalamo - warna.co

Warna.co, Bandar Lampung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung telah meluncurkan inisiatif baru yang bertujuan untuk meningkatkan gizi dan kesehatan anak-anak di Kampung Nelayan Modern (Kalamo).

Dalam upaya pencegahan gizi buruk dan penurunan stunting, Pemkot Bandar Lampung membagikan 150 paket Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) kepada warga di pulau Pasaran, Selasa (27/2/2023).

Bacaan Lainnya

Acara pembagian paket bantuan ini turut dihadiri oleh Penasehat Darma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Ernawati Trenggono, yang secara langsung menyampaikan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui konsumsi ikan.

Paket Gemarikan yang disalurkan berisi berbagai macam komponen penting, termasuk beras, telur, pampers, dan susu. Tujuan dari pembagian paket ini adalah untuk memastikan bahwa masyarakat memiliki akses ke asupan gizi yang memadai, serta untuk memperkenalkan konsumsi ikan sebagai bagian penting dari pola makan sehari-hari.

Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana, menyatakan kegembiraannya atas upaya yang telah dilakukan dalam menangani masalah stunting di kota tersebut. Dengan keyakinan bahwa tingkat stunting dapat dikurangi hingga nol pada tahun 2024.

“Alhamdulillah masalah stunting sudah kita jelaskan bahwa kita tinggal menyelesaikan 0,81 persen lagi dan harapan tahun 2024 bisa Nol (Zero) stunting,” ujar Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana.

Eva Dwiana juga mengungkapkan bahwa Pemkot telah mengalokasikan dana sebesar Rp2,5 miliar untuk program penanggulangan stunting.

“Kita sudah memberikan bantuan asupan makanan dengan nominal dana yang kita salurkan Rp2,5miliar,” kata Eva.

Selain pembagian paket Gemarikan, pemerintah juga mendorong diversifikasi konsumsi ikan dengan mengolahnya menjadi berbagai hidangan yang menarik. Dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, perwakilan langsung turun ke lapangan untuk memastikan bahwa pengelolaan ikan di Kalamo berjalan dengan baik.

”Dengan menghadirkan variasi hidangan dari ikan, diharapkan anak-anak akan lebih gemar mengonsumsi ikan dan mendapatkan manfaat gizi yang maksimal,” tandasnya.

Penasehat Darma Wanita Persatuan KKP, Ernawati Trenggono, menekankan pentingnya konsumsi ikan untuk kesehatan dan perkembangan anak-anak. Ikan kaya akan nutrisi, terutama omega-3 yang penting untuk pertumbuhan dan kesehatan otak.

”Dengan demikian, melalui gerakan Gemarikan ini, diharapkan dapat tercapai target penurunan angka stunting pada tahun 2024, sebagaimana yang telah direncanakan oleh pemerintah,” jelasnya.

Inisiatif ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan bantuan langsung kepada masyarakat, tetapi juga untuk memberdayakan mereka dengan pengetahuan tentang pentingnya pola makan yang sehat dan gizi yang mencukupi.

Dengan kerjasama antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan masalah gizi buruk dan stunting dapat diatasi secara efektif, dan generasi masa depan dapat tumbuh dengan kesehatan yang optimal.***

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *