Harga Sembako Tak Wajar, Pemkot Buka 60 Stan Pasar Murah Selama Ramadan

Ilustrasi salah satu sembako Beras yang dibagikan Pemerintah Kota Bandar Lampung - doc warna.co
Ilustrasi salah satu sembako Beras yang dibagikan Pemerintah Kota Bandar Lampung - doc warna.co

Warna.co, Bandar Lampung – Fenomena lonjakan harga sembako yang tak wajar di bulan Ramadan,  menginisiasi Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung untuk membuka 60 stan pasar murah di 20 Kecamatan.

Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana mengatakan, dalam upaya untuk memberikan solusi bagi masyarakat, Pemkot Bandar Lampung akan melaksanakan operasi pasar murah selama ramadan di 60 titik yang tersebar di seluruh Kota Tapis Berseri.

Bacaan Lainnya

“Kebijakan yang akan diambil pemerintah untuk mengatasi masalah ini, nanti akan ada operasi pasar di 60 titik. Pokoknya akan segera kita lakukan,” ujar Eva Dwiana, usai sidang paripurna bersama DPRD kota setempat, Senin (18/3/2024).

Eva Dwiana mengatakan, operasi pasar murah ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam menghadapi lonjakan harga sembako yang tidak wajar di bulan ramadan. Menanggapi kekhawatiran akan ketersediaan stok pangan, walikota menegaskan bahwa saat ini pasokan pangan di Kota Bandar Lampung dinilai cukup.

“Kalau untuk sementara ini masih cukup,” tegasnya.

Tidak hanya itu, Pemerintah Kota Bandarlampung juga telah mengambil langkah-langkah konkret dalam mendistribusikan beras kepada masyarakat. Eva Dwiana menjelaskan bahwa beras telah dibagikan ke sebagian besar penduduk, termasuk penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH).

“Apalagi kita sudah beberapa kali pembagian beras, dan nanti PKH akan dapat 10 kg, dan yang tidak dapat makan akan kita bagikan beras 5kg hampir seratus ribu lebih yang akan kita bagikan,” paparnya.

Dalam hal ini, Kepala Dinas Perdagangan, Wilson, menegaskan bahwa operasi pasar murah ini akan dilaksanakan secara serentak di 20 kecamatan. Wilson juga menyampaikan bahwa subsidi akan disesuaikan dengan situasi harga yang berlaku saat ini.

“Insyaallah akan kita lakukan di tanggal 21 Maret, di 60 titik yang akan kita lakukan sebanyak 3 kali di 20 kecamatan,” jelasnya.

Langkah-langkah konkret ini diharapkan dapat memberikan bantuan nyata bagi masyarakat dalam menghadapi tekanan harga sembako yang tinggi dan tak wajar dalam momentum bulan Ramadan.***

Di tengah semangat kebersamaan dan solidaritas yang dianut oleh masyarakat, , sehingga semangat Ramadan tetap terjaga tanpa beban ekonomi yang berlebihan.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *