Warna.co, Bandar Lampung – Nilai produksi Ikan Teri dari destinasi Pulau Pasaran mencapai lebih dari Rp 108 milyar per tahun. Dengan pasar utama di Jakarta, Medan dan Bangka.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dalam peresmian Kampung Nelayan Modern (Kalamo) Pulau Pasaran nomor dua di Indonesia, setelah Biak Numfor di Provinsi Papua, di Kelurahan Kota Karang, Teluk Betung Timur Bandar Lampung, Rabu (7/2).
Menurutnya, Pulau Pasaran menunjukkan potensi besar bagi pengembangan sektor perikanan di Lampung. Sehingga menjadi salah satu kawasan menonjol dalam pengolahan ikan teri di Provinsi berjuluk Sai Bumi Ruwa Jurai Tersebut.
”Data produksi perikanan tahun 2023 menunjukkan pencapaian yang mengesankan, dengan total produksi mencapai 343.186 ton, yang terdiri dari perikanan tangkap sebesar 188.721 ton dan perikanan budidaya sebesar 154.465 ton. Dengan nilai ekspor mencapai 2,1 triliun Rupiah. Produksi udang Vaname Lampung juga berhasil mencatatkan prestasi sebagai produsen terbesar keempat di Indonesia pada tahun 2022,” jelas Gubernur Arinal Djunaidi.
Gubernur Arinal mengatakan, keberhasilan pembangunan kelautan dan perikanan di Provinsi Lampung tidak dipisahkan dari peran serta dan perhatian yang diberikan oleh Pemerintah Pusat, terutama dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. Salah satunya dengan dibangunnya Kampung Nelayan Modern (Kalamo) Pulau Pasaran.
Kalamo dibangun sebagai Sentra pengolahan ikan teri hasil tangkapan yang mendominasi di Bandar Lampung dan sudah terkenal hingga mancanegara, untuk mendorong daya saing produk melalui peningkatan mutu produk hilirisasi yang masih menggunakan metode konvensional.
“Dengan adanya Kalamo, fasilitas pada Sentra pengolahan ikan teri itu bertambah. Ada rumah pengeringan ikan teri, laboratorium kontrol mutu, diversifikasi dan inovasi pengemasan ikan teri, gudang beku portable kapasitas 10 ton untuk menyimpan stok ikan teri saat hasil tangkapan melimpah,” ungkapnya.
Dilengkapi pula dengan kendaraan berpendingin untuk distribusi ikan teri, balai pelatihan UMKM, lima pelaku usaha IKM produk makanan hasil olahan ikan, Caffe, Pembentukan Koperasi. Didukung dengan adanya jembatan penghubung yang dibangun Pemerintah Kota Bandar Lampung.
”Terima kasih kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan RI yang telah banyak mendorong program dan kegiatan kelautan dan perikanan ke Provinsi Lampung. Dengan diresmikannya Kalamo Pulau Pasaran akan memecahkan permasalahan yang ada dan akan memberi multiplier effect bagi kesejahteraan masyarakat,” ucap Arinal.
Kalamo yang berada di kelurahan Kota Karang, Teluk Betung Timur, Bandar Lampung itu diresmikan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi bersama Ketua Komisi IV DPR RI Sudin dan Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI Budi Sulistyo, didampingi Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana.
Maka,Gubernur Arinal, secara tegas menyampaikan pentingnya sinergi antara Pemerintah Pusat dan Daerah saat ini hingga kedepan hari, untuk meningkatkan kemajuan sektor destinasi pariwisata di Kalamo Pulau Pasaran.
”Sinergi antara kedua entitas ini diharapkan akan membawa kemajuan yang lebih baik lagi bagi sektor kelautan dan perikanan di Lampung,” jelas Arinal.
Didukung dengan perhatian khusus Pemerintah Provinsi Lampung melalui Program Nelayan Berjaya dan Program e-KPB (elektronik Kartu Petani Berjaya), yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan dan masyarakat perikanan serta memastikan pengelolaan yang berkelanjutan.
Di sisi lain, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, melalui Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Budi Sulistyo, menekankan pentingnya peningkatan nilai tambah pengolahan ikan teri di Pulau Pasaran.
Telebih, sambung Budi, adanya Sentra kuliner yang disediakan di Pulau Pasaran diharapkan dapat menjadi wadah bagi pelaku UMKM lokal untuk mengkreasikan produk ikan teri dan meningkatkan potensi wisata di daerah tersebut.
”Untuk memastikan kelangsungan fasilitas ini dan pertumbuhan ekonomi di Pulau Pasaran secara keseluruhan, pengelola diminta untuk menjaga, merawat, dan memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya. Dengan demikian, diharapkan bahwa Pulau Pasaran akan semakin dikenal luas dan menjadi bagian integral dari perekonomian global,” harapnya.
Ia menambahkan, dengan upaya sinergis antara Pemerintah Pusat dan Daerah, serta partisipasi aktif dari semua pihak terkait, kemajuan sektor kelautan dan perikanan di Provinsi Lampung akan terus meningkat, menciptakan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat serta pelestarian lingkungan alam.
”Semoga cita-cita untuk menjadikan teri Pulau Pasaran itu harus mendunia dapat tercapai, menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk mengembangkan potensi kelautan dan perikanan mereka,” pungkasnya.
Kalamo yang berada di kelurahan Kota Karang, Teluk Betung Timur, Bandar Lampung itu diresmikan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi bersama Ketua Komisi IV DPR RI Sudin dan Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI Budi Sulistyo, didampingi Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana.***






