Warna.co, Bandarlampung – Keterbatasan ekonomi bukan penghalang bagi anak-anak Lampung untuk bermimpi setinggi langit. Melalui Program Sekolah Rakyat, Pemerintah Provinsi Lampung berupaya membuka akses pendidikan yang setara bagi generasi muda agar dapat meraih masa depan yang lebih baik.
Komitmen tersebut ditunjukkan Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela dengan mengunjungi rumah sejumlah calon peserta didik Sekolah Rakyat Permanen Provinsi Lampung di Kecamatan Telukbetung Utara, Bandarlampung, Kamis (2/7/2026).
Kunjungan itu dilakukan untuk memastikan kesiapan calon siswa beserta keluarganya menjelang Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang akan dimulai pada 14 Juli 2026, sekaligus memberikan pemahaman mengenai kehidupan di lingkungan sekolah berasrama.
Salah satu keluarga yang dikunjungi adalah pasangan Sudarto dan Parsilah. Dua anak mereka, Dewi Nurhafizah dan Edi Qurniawan, akan melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat Permanen Provinsi Lampung yang berlokasi di Kota Baru, Kabupaten Lampung Selatan.
Meski berasal dari keluarga sederhana, keduanya memiliki cita-cita besar. Dewi bercita-cita menjadi prajurit Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad), sedangkan adiknya, Edi, ingin menjadi seorang dokter.
Dalam kunjungan tersebut, Jihan juga menyambangi Muhammad Arif Pratama, calon siswa SMP yang sehari-hari membantu orang tuanya berjualan pempek. Arif menyimpan impian untuk menjadi seorang polisi.
Menurut Jihan, semangat dan tekad yang ditunjukkan anak-anak tersebut menjadi bukti bahwa kesempatan pendidikan yang berkualitas dapat menjadi jembatan menuju masa depan yang lebih cerah.
“Saya melihat anak-anak ini memiliki mimpi yang luar biasa. Ada yang ingin menjadi tentara, dokter, hingga polisi. Saya berharap mereka tetap tekun belajar, disiplin, dan tidak mudah menyerah. Sekolah Rakyat hadir untuk membuka kesempatan yang sama bagi setiap anak agar dapat meraih cita-citanya. Insyaallah, dengan kerja keras dan doa, mereka kelak menjadi generasi yang membanggakan keluarga, daerah, dan bangsa,” ujar Jihan.
Selain memberikan motivasi, Wakil Gubernur juga meninjau kondisi rumah para calon peserta didik. Hasil peninjauan tersebut akan menjadi bahan pertimbangan untuk mengintegrasikan keluarga penerima manfaat dengan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), sehingga mereka berpeluang memperoleh bantuan peningkatan kualitas rumah.
“Kami juga melihat langsung kondisi rumah tempat tinggal calon siswa. Insyaallah akan kami integrasikan dengan Program BSPS sehingga keluarga dapat memperoleh bantuan stimulan pembangunan rumah swadaya,” katanya.
Sekolah Rakyat Permanen Provinsi Lampung dijadwalkan memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah pada 14 Juli 2026, bertepatan dengan awal Tahun Ajaran Baru 2026/2027. Sehari sebelumnya, seluruh peserta didik akan memasuki asrama untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan, kegiatan open house, serta doa bersama sebagai rangkaian awal sebelum proses belajar mengajar dimulai.
Sekolah berkonsep boarding school tersebut akan menampung 413 peserta didik jenjang SD, SMP, dan SMA yang berasal dari 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung. Kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan menjadi ruang bagi anak-anak dari berbagai latar belakang untuk memperoleh pendidikan yang layak, mengembangkan potensi diri, serta mewujudkan cita-cita yang selama ini mereka impikan.***






