Warna.co, Bandar Lampung – Ideologi Pancasila bukan sekadar materi di bangku sekolah, tetapi fondasi moral yang harus hidup di tengah masyarakat. Hal inilah yang kembali ditekankan Pimpinan DPRD Kota Bandar Lampung, Hai. Wiyadi SP., MM, saat menggelar Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) di Taman Wisata Alam Lengkung Langit 2, Kemiling, Senin (24/11/2025).
Di hadapan peserta, Wiyadi menegaskan bahwa Pancasila adalah “kompas” yang menjaga arah bangsa di tengah derasnya arus perubahan zaman.
“Pancasila itu perekat, pedoman hidup, dasar negara sekaligus jati diri bangsa. Kalau ini tertanam dalam diri warga, maka kehidupan berbangsa akan tetap kokoh,” tegas Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bandar Lampung tersebut.
#Pancasila sebagai Filter dan Penuntun Moral
Wiyadi menjelaskan kembali makna tiap sila yang menurutnya relevan dengan tantangan sosial saat ini:
Ketuhanan Yang Maha Esa: menjaga keimanan dan kedekatan spiritual di tengah dinamika modern.
Kemanusiaan yang Adil dan Beradab: menguatkan empati, menghargai martabat sesama, dan bersikap adil.
Persatuan Indonesia: memperkuat kebersamaan dalam keberagaman, terlebih di era digital yang rawan polarisasi.
Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan: mendorong budaya musyawarah, bukan saling menyalahkan.
Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia: menumbuhkan kepedulian, berbagi, dan mengurangi keberpihakan.
Menurut Wiyadi, nilai-nilai tersebut bukan hanya konsep, tetapi bisa langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari: membangun keluarga yang harmonis, berakhlak mulia, serta menjaga lingkungan sekitar tetap damai dan toleran.
“Dengan Pancasila, kita bisa membangun masyarakat yang harmonis, berdaulat, dan sejahtera,” ujarnya.
Sosialisasi tersebut juga menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. Donal Haris Sihotang, pimpinan perusahaan media cetak di Lampung, serta Melinda, Srikandi PDI-P yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris DPC PDI-P Kota Bandar Lampung. Kehadiran keduanya memberikan perspektif tambahan tentang peran Pancasila dalam kehidupan sosial dan politik masa kini.
Dengan pendekatan yang lebih membumi dan kontekstual, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kembali kesadaran kolektif bahwa Pancasila bukan hanya simbol negara, tetapi pegangan hidup yang harus dijaga bersama.






