Warna.co, Bandar Lampung – Pemerintah Kota Bandar Lampung menyatakan kesiapannya untuk melaksanakan program nasional Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh pemerintah pusat. Peluncuran program ini dijadwalkan berlangsung pada sekitar tanggal 20 Januari 2024.
Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Bandar Lampung, Iwan Gunawan. Ia menjelaskan bahwa tujuan utama dari program ini adalah untuk meningkatkan asupan gizi para pelajar di semua jenjang pendidikan, mulai dari Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
“Pemkot saat ini sedang menunggu pengiriman perlengkapan dapur dari pemerintah pusat yang akan digunakan untuk mendukung kegiatan operasional program ini,” ujar Iwan, Rabu, 8 Januari 2025
Lebih lanjut, Iwan menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi intensif dengan Badan Gizi Nasional (BGN) guna menjamin kelancaran pelaksanaan program di lapangan.
“Kami telah berkoordinasi dengan petugas dari BGN. Persiapan terus dilakukan agar pelaksanaan program di Kota Bandar Lampung dapat berjalan dengan optimal,” ujarnya.
Untuk menunjang proses distribusi makanan, dapur umum akan dipusatkan di kawasan Satlog, dan makanan bergizi yang telah dipersiapkan akan disalurkan ke sekolah-sekolah yang berada dalam radius maksimal 30 kilometer dari lokasi dapur tersebut.
“Karena ini adalah program nasional yang sangat penting, Pemerintah Kota Bandar Lampung berkomitmen penuh untuk mendukungnya. Kami akan mengalokasikan anggaran dari APBD agar program ini bisa memberikan manfaat yang maksimal bagi para siswa,” tambah Iwan.
Pada tahap awal pelaksanaan, menu makanan bergizi akan disusun dengan memperhatikan standar gizi yang ditetapkan, dengan biaya sebesar Rp10.000 per porsi.
“Menu awal disiapkan dengan anggaran Rp10.000 untuk tiap porsi. Harapannya, makanan yang disajikan dapat memenuhi kebutuhan gizi siswa secara seimbang,” jelasnya.
Program MBG di Bandar Lampung tahap pertama akan difokuskan pada wilayah Sukarame, dengan total penerima manfaat sebanyak 2.903 siswa. Rinciannya meliputi 55 siswa TK, 879 siswa SD, 933 siswa SMP, dan 1.076 siswa SMA. Adapun sekolah-sekolah yang menjadi prioritas antara lain TK Assalam, SD MIN, SMP 29, dan SMAN 5.***






