Warna.co, Bandar Lampung – Dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-343 Kota Bandar Lampung yang jatuh pada Selasa, 17 Juni 2025, Wali Kota Eva Dwiana menyampaikan sejumlah tantangan besar yang tengah dan akan dihadapi oleh kota berjuluk “Kota Tapis Berseri” ini.
Eva menekankan bahwa pembangunan kota tidak lepas dari berbagai dinamika dan hambatan. Ia mengidentifikasi lima tantangan strategis yang menjadi fokus perhatian Pemerintah Kota Bandar Lampung saat ini dan ke depan.
Pertumbuhan Ekonomi dan Ketenagakerjaan
Tantangan pertama adalah bagaimana mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, meningkatkan arus investasi, serta memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat. Menurut Eva, penciptaan iklim usaha yang sehat menjadi kunci utama dalam menumbuhkan sektor-sektor produktif.
Pemerataan Pembangunan dan Kualitas SDM
Tantangan kedua adalah soal pemerataan pembangunan di seluruh wilayah kota serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Eva menegaskan pentingnya penguatan kompetensi aparatur sesuai bidang tugas masing-masing, agar pembangunan tidak hanya cepat tapi juga berkelanjutan.
Penguatan Sinergi Antarpemerintah
Ketiga, diperlukan kerja sama yang solid antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Kolaborasi lintas tingkatan pemerintahan menjadi penentu keberhasilan program-program strategis yang menyentuh masyarakat secara langsung.
Tantangan Era Digital dan Penyalahgunaan Media Sosial
Keempat, kemajuan teknologi informasi dan komunikasi kini menjadi tantangan tersendiri. Media sosial yang seyogianya menjadi sarana edukasi dan informasi, justru kerap digunakan untuk menyebarkan hoaks, fitnah, dan membentuk citra negatif terhadap pemerintah maupun individu tertentu.
Darurat Narkoba
Tantangan kelima, yang tidak kalah mendesak, adalah penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Eva menyebut persoalan ini telah menjangkau seluruh lapisan masyarakat, baik di desa maupun kota, dan telah memasuki fase darurat yang mengancam masa depan bangsa.
Wali Kota juga mengakui bahwa tidak semua program pembangunan berjalan sempurna. Namun demikian, ia menilai capaian yang telah diraih merupakan hasil kerja keras bersama antara masyarakat dan aparatur pemerintah kota.
“Tanpa birokrasi yang profesional, loyal, dan berkompeten, capaian kita selama ini tidak akan mungkin terwujud,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga semangat dan berkomitmen memberikan kontribusi terbaik melalui profesi masing-masing. Harapannya, Bandar Lampung hari ini menjadi lebih baik dari kemarin, dan esok lebih baik dari hari ini.
Lebih lanjut, Eva mengingatkan pentingnya menjaga kondisi sosial dan politik yang kondusif di tengah berbagai krisis yang sedang melanda bangsa, seperti krisis moral, ideologi, kepercayaan publik, hingga krisis dalam penegakan hukum.
“Mari kita teguhkan kembali komitmen sebagai penjaga nilai-nilai Pancasila, memperkuat persatuan dan semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara di bawah naungan Bhinneka Tunggal Ika,” ucapnya.
Ia juga menekankan bahwa seluruh aparatur Pemerintah Kota Bandar Lampung wajib menjadi teladan dalam kehidupan publik, demi menciptakan masyarakat yang aman, damai, dan sejahtera lahir batin.***






