Warna.co, Bandar Lampung – Rangka memperkuat pilar keempat demokrasi damai dan berintegritas, Wartawan Indonesia Provinsi Lampung menggelar Apel Akbar, di Bundaran Adipura, Bandar Lampung, Selasa (29/10/2024).
Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan jurnalis dari berbagai media, yang merupakan anggota dan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung, serta para kontestan yang mencalonkan diri sebagai kepala daerah di Lampung.
Apel Akbar sebagai salah satu rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Daerah tahun 2024 ini, bertujuan untuk mengingatkan pentingnya peran media dalam menjaga objektivitas dan memberikan informasi yang akurat kepada publik, terutama menjelang pelaksanaan pemilu.
Para peserta apel yang merupakan wartawan Indonesia dari kabupaten dan kota di Lampung, didorong untuk berkomitmen dalam melaksanakan tugas jurnalistik dengan profesionalisme, independensi, dan integritas.
Dalam sambutannya, Ketua PWI Lampung, Wirahadikusumah, menekankan bahwa media harus menjadi jembatan informasi yang transparan dan adil, serta berperan aktif dalam menciptakan suasana kondusif di tengah dinamika politik.
”Kami disini mengingatkan kepada seluruh wartawan, bahwa pers adalah pilar ke empat demokrasi. Artinya harus menjaga tranpasrasi, akuntabilitas dan bertangungjawab menjaga pilkada damai. Sehingga dalam melaksanakan tugas jurnalistik tidak terpolarisasi dan tidak memihak,” tegas Wirahadikusumah.
Netralitas wartawan dalam menyambut Pilkada 2024 juga dibuktikan dengan diundangnya seluruh pasangan calon Gubernur, Walikota dan Bupati yang akan maju pada pada kontestasi Demokrasi pada 27 November mendatang.
“PWI Lampung netral, maka kami mengundang seluruh calon yang akan maju pada pemilu 2024. Dan wartawan yang ingin menjadi tim sukses harus cuti dari keanggotaan PWI dan wartawan,” jelasnya.
Wirahadikusumah mengingatkan, dalam melaksanakan tugas jurnalistiknya wartawan diatur dalam kode etik. Sehingga bertindak netralitas, menjadi partisipan publik demi terwujudnya pemilu yang berintegeritas.
”Tegakan kode etik jurnalistik, dimana wartawan ikut serta menyukseskan pelaksanan pesta demokrasi dengan menyampaikan fakta kepada publik. Karena wartawan bekerja untuk publik,” pungkasnya.***






